JADIKAN INDONESIA SEMAKIN KEREN



Jadikan Indonesia Semakin Keren

JARUM jam menunjukan pukul 00.00 waktu Indonesia barat, Rabu (1/1/2014). Tak berselang lama, diikuti pula dentuman petasan terdengar menggelegar di berbagai penjuru negeri Nusantara, Indonesia. 

Langit malam yang gelap mendadak berwarna-warni  bermandikan cahaya kembang api. Kejadian ini, di beberapa menit yang lalu sudah dilakukan lebih dulu untuk mereka yang berada di Indonesia bagian Timur dan Tengah.

Tanda-tanda itu adalah dimulainya pergantian tahun 2013 menjadi 2014. Rakyat seluruh Indonesia menyambut tahun baru dengan luapan rasa bahagia. Menanggapi tahun baru sebagai momen lembaran baru, menuju harapan hidup yang lebih baik. 

Suara petasan dan percikan kembang api itulah sebagai simbol luapan keceriaan masyarakat di tahun baru. Langit yang tadinya remang-remang oleh rembulan malam, mendadak indah nan pesona, karena terlukis oleh goresan kilatan dan kerlap-kerlip kembang api.

Sang saka merah putih berdiri tegap berkibar di alam nusantara (photo by budi susilo)

Bagi Indonesia sendiri, tahun 2014 merupakan tahun politik, digelarnya pemilihan umum (pemilu), untuk mencari para wakil rakyat dan pimpinan Republik Indonesia untuk periode 2014 hingga 2019.

Sungguh mendebarkan, detak jantung serasa tegang, harap-harap cemas, semua perasaan ini bercampur baur di tahun 2014, pasalnya melewati tahun politik itu akan terusik oleh intrik politik, kilik sana, kilik sini di antara para politisi di negeri ini.

Berharap, gelaran pemilu tak menghasilkan rasa pilu. Pemilu untuk demokrasi yang substansi, memberi rasa damai dan menghasilkan pemimpin yang bekerja secara mumpuni, amanah, berintegritas, dan berjiwa pengabdi.

Terpenuhinya bangsa ini dengan pemimpin-pemimpin yang ideal tersebut, maka secara otomatis Indonesia akan mengalami progresif, perubahan secara bagus. 

Dari yang buruk menjadi lebih baik. Dari yang tadinya busuk, akan kembali lagi menjadi sehat. Dari yang kotor akan berubah bersih suci. Pastinya, Indonesia semakin keren.

Dan Indonesia tidak hanya tergiring sebatas di pintu gerbang saja, tapi juga mampu melewati pintu gerbang, dan masuk ke alam yang sejahtera, damai dan sentosa.

Tahun 2014 adalah tahun penuh harapan. Di titik ini, akan memulai lembaran politik yang baru. Pemimpin yang dipilih dan dipercaya oleh rakyatnya, yang menurutnya cocok dan mampu lakukan perubahan.

Pertanyaannya, kemana saja mereka orang-orang yang punya sifat jujur, amanah, pengabdi, tulus ikhlas dan berani memihak pada keadilan ? Orang-orang seperti ini dinanti, untuk bisa masuk ke sistem, agar mampu mengubah Indonesia semakin keren.

Di tahun 2014, pekerjaan rumah Indonesia masih menggunung. Problematika yang ada menumpuk, masih menjalar ke berbagai bidang. Indonesia masih terkurung oleh krisis multidimensional ! 

Persoalan korupsi yang terus menggurita dan berevolusi, bagian satu di antara tantangan terberart bagi para pemimpin di republik ini. Penuntasan praktik korupsi tidak ada habisnya, seiring dengan menggeliatnya korupsi yang semakin gila. 

Berikutnya mengenai ekonomi. Di negara ini akan menghadapi batu sandungan pergerakan ekonomi. Mata uang sendiri, yakni rupiah, nasibnya di ujung tanduk, nafasnya mengap-mengap. 

Di kancah internasional, rupiah masuk kategori mata uang terlemah. Inilah pekerjaan rumah yang harus bisa dituntaskan oleh para pemimpin produk 2014.

Belum lagi negeri ini sedang mengadapi krisis energi yang akan berpangaruh bagi perekonomian masyarakat. Harga-harga kebutuhan pokok turut melambung, rakyat-rakyat kecil terus menjerit. 

Banyak sarjana pintar, setiap tahunnya dunia kampus mampu memproduksi sumber daya manusia yang berakademik ciamik, bisa membuat decak kagum. 

Peran serta para sarjana berpendidikan tinggi dalam menangani persoalan bangsa sungguh dinanti, untuk selesaikan semua problematika. Tetapi harapan ini tak kunjung tiba ?

Mungkin saja mereka-mereka itu lebih sibuk dengan urusan dunia, yang dianggap sebagai capaian hidup dan sumber kebahagiaan, walau sifat kebahagiaanya hanyalah fatamorgana semata. 

Mungkin juga mereka lebih berpikir, bagaimana caranya untuk merebut kursi kekuasaan, dan meraih mega proyek sekedar proyek, yang merupakan sumber dari segala sumber uang. 

Kebijakan pemerintah yang dirasa memberatkan, akan semakin membuat kepincangan sosial. Keberadaan sumber daya alam semesta berupa bumi dan langit dikuasi negara, tak hanya sekedar kata dan tertulis indah di atas kertas perundang-undangan.

Tak elok kemudian jika Undang Undang Dasar (UUD) menjadi alih definisi menjadi Undang Undang Dipertanyakan (UUD). Bumi beserta isinya, dan langit yang menggantung, dikuasai seluruhnya oleh negara untuk kemakmuran siapa ? 

Andai masih timpang, dalam tempo yang sesingkat-singkatnya wajib untuk diamandemen ! Jika tak mampu apa kita mesti membangkitkan kembali Mohammad Hatta dan Tan Malaka dari liang kuburnya ? Supaya kedua sosok ini bisa turut serta atasi persoalan bangsa.

Jika tak ingin dikatakan gagal, bahwa bukti hukum formil sebagai aturan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara belumlah mujarab, masih sulit sebagai alat yang mampu menggiring ke arah kemakmuran yang adil dan rahmat.

Baru-baru ini, tahun masehi belum lama berganti, lembaga yang bernama Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia mengumumkan secara statistik, bahwa masyarakat ekonomi lemah di beberapa provinsi Indonesia ternyata semakin bertumbuh. 

Provinsi-provinsi itu adalah Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Gorontalo, Papua, dan Banten. Dan provinsi yang terakhir disebut, kini sedang ramai dengan dugaan korupsi yang menyeret para pejabat pemerintahannya. 
 
Itulah dia, jangan sampai dengan kondisi buruk itu lalu akan membuat putus asa, menjadikan seluruh rakyat Indonesia lebih pesimis, benci pada negara yang bernama Republik Indonesia.

Kelemahan, penderitaan, duka nestapa, dan batu sandungan yang kesemuanya masih dikandung oleh negeri ini adalah tantangan yang harus dihadapi bersama, bersatu membangun rumah Indonesia yang rahmat bagi semua. 

Tantangan, atau rintangan yang mendera Indonesia lantas jangan dihindari dengan sikap saling cerai-berai, yang meruntuhkan nilai persatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.  

Tetap semangat, bergelora ria, dan bangkit untuk hidup bermasyarakat dalam bingkai kehidupan yang bernama negara Republik Indonesia. Sebab yang namanya persoalan hidup, atau bencana, akan selalu ada. 

Itu sudah menjadi hukum alamnya, ketentuan dari Tuhan Yang Maha Kuasa, yang sudah pasti dialami oleh setiap manusia tanpa terkecuali. Dan sebagai akhir kalimat, selamat hidup bagi kita semua. Mari jadikan Indonesia semakin keren ! ( )




Komentar

Postingan populer dari blog ini

PRASASTI KALASAN YOGYAKARTA

DATANG KE DATAH BILANG, PRESIDEN SOEHARTO PUN PERNAH

MACACA NIGRA PRIMATA SEMENANJUNG MINAHASA I