Senin, 25 Juli 2016

ilo


ilo

AWAL Juli 2016, lahirlah ilo, turut menghiasi kehidupan dunia yang penuh warna-warni. ilo ini bukan nama dari seorang bayi yang baru keluar dari rahim perempuan, terlahir sebagai insan kamil di muka bumi.

Dan ilo ini juga bukan singkatan dari International Labour Organization yang menjadi payung perlindungan bagi pekerja di seluruh dunia yang berbendera Perserikatan Bangsa Bangsa.

Ada beberapa orang yang mendengar kata "ilo" sebagai hal yang imut lucu, tak menyeramkan. ilo seolah dianggap sebagai sosok mahluk yang aduhai dan menggemaskan, idola bagi semua wanita dan anak‑anak.

Jumat, 22 Juli 2016

TEKNOLOGI TEPAT GUNA KABUPATEN PASER

Sering Dipinjam Buat Acara Hajatan


Kegemaran Agus Salim pada makanan yang berkuah santan dan keripik singkong, membuat buruh kebun sawit ini memutar otaknya untuk menciptakan alat yang bisa memudahkan dan memberi waktu singkat memasak di dapur.

MENJELANG sore, Agus sedang mempraktikan parutan kelapa di mesin buatannya kepada para pengunjung event Teknologi Tepat Guna IV Provinsi Kalimantan Timur di gedung Dome Sport Center, Rabu 20 Juli 2016 siang.

Tidak berselang sampai satu jam, Agus bersua dengan Tribun. Pria yang hanya lulusan Sekolah Menengah Pertama di Palembang ini mengungkapkan, alatnya multifungsi karena bisa digunakan untuk mengiris bawang, kentang, wortel, memarut kelapa dan singkong, dan memeras ampas kelapa.

Selasa, 19 Juli 2016

BPJS KESEHATAN RUMAH SAKIT SILOAM BALIKPAPAN

Sintono Tunggu Lama Namun Puas


Sudah berjam-jam lamanya, Sintono, 59 tahun, menunggu lama pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Siloam (RS) Kota Balikapapan. Pensiunan tentara Kodam Mulawarman ini ingin berobat di dokter umum dengan fasilitas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

WAKTU itu, Sintoro yang memakai jaket militer bersua, "Saya dari jam sembilan pagi datang kesini (Siloam). Jam satu siang baru bisa masuk berobat sama dokter. Saya pakai BPJS kelas satu," ujarnya kepada Tribun, pada Senin 18 Juli 2016, yang saat itu bersama istrinya.

Dia mengaku pergi ke dokter RS Siloam karena percaya layanannya bagus dan mujarab. Apalagi istrinya juga berbobat dan melakukan terapi ginjal di RS Siloam, maka Sintono pun sekalian ikut meminta pengobatan dokter.

Sabtu, 16 Juli 2016

BANJIR WONOREJO KOTA BALIKPAPAN


 Rumah Kori Tergenang Hingga Satu Meter



Menjelang siang, Kori 48 tahun, yang baru saja menyelesaikan masakkan hujan deras mengguyur pemukiman di Wonorejo Dua, Kelurahan Gunung Samarinda, Kecamatan Balikpapan Utara, pada Rabu 13 Juli 2016. Namun dia tidak menyangka, hujan yang turun ini ternyata berbuah petaka, hampir ada 50 rumah terendam banjir.

RUMAHNYA yang berada di dataran rendah Wonorejo Dua, tergenang air bekas guyuran hujan. "Saluran airnya tidak jalan. Air tidak mengalir. Malah menggenang daerah sini," ujarnya kepada Tribun saat ditemui di rumahnya.

Rumahnya yang bercat tembok merah jambu itu tergenang air banjir setinggi hampir satu meter. "Saya sempat takut. Kenapa air semakin tinggi. Untungnya hujan tidak sampai sore, saya bisa tenang waktu hujan reda," kata wanita berambut ikal itu.

PONDOK PESANTREN AL KHAIRAAT TANJUNG SELOR

Fasilitasi Santri Sekolah ke Yaman

Kemunculan  Pondok Pesantren (Ponpes) Al‑Khairaat di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, ibarat sinar fajar yang menerangi kehidupan masyarakat setempat yang haus akan nilai-nilai keislaman. Wujud kualitas membentuk santri yang cerdas dan bertakwa, ponpes ini memfasilitasi santrinya melanjutkan sekolah hingga luar negeri.

SATU di antara santri yang sempat dikirim ke luar negeri mendalami ilmu agama Islam ialah Faturrahman, menjelaskan, usai lulus aliyah dari ponpes dirinya difasilitasi pergi ke luar negeri mendalami ilmu agama Islam di Timur Tengah negara Yaman.

"Saya senang saja. Supaya ada pembanding, tambah pengalaman, kenal dengan banyak orang sesama saudara semuslim di Yaman," ujar pria kelahiran Selimau, 23 Maret 1994 ini saat ditemui Tribun di Tanjung Selor belum lama ini.

Jumat, 15 Juli 2016

PONDOK PESANTREN ASY SYIFA BALIKPAPAN 2

Rutin Datangkan Motivator Ternama


Pengembangan ilmu pendidikan yang dipersembahkan Pondok Pesantren (Ponpes) Asy Syifa Balikpapan, menekankan kepada kurikulum berbasiskan Islam yang memunculkan generasi yang penuh semangat meraih cita-cita yang positif dengan rutin menggelar seminar motivasi bagi para santri.

PONPES yang beralamat di Jalan Soekarno Hatta Kilometer 4,5 Kelurahan Batu Ampar ini selalu mengisi kegiatan yang menggairahkan bagi para santri dalam menambah ilmu, satu di antaranya pernah mengundang narasumber seminar yang mendatangkan motivator ternama dan terpercaya.

Ketika bersua dengan Tribun, Ustaz Umar As Sidiq, Wakil Pimpinan Kampus Satu Ponpes Asy Syifa Kota Balikpapan, menjelaskan, ponpes para prinsipnya mendukung peningkatan kualitas pengetahuan wawasan dan penguatan jati diri para santri. Pembelajaran melalui seminar adalah satu di antaranya.

Selasa, 05 Juli 2016

RAZIA PELESTARIAN HUTAN KARANG JOANG KM 13

Halim Diupah Satu Juta Rupiah Per Kubik


Tim gabungan melakukan razia kelestarian hutan di kawasan hutan kilometer 13, Jalan Soekarno‑Hatta, Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara, Sabtu 2 Juli 2016 siang. Tim ini terdiri dari Badan Pengelola Hutan Lindung Sungai Wain, Polres Balikpapan dan Kodim Balikpapan.

TRIBUN ikut dalam operasi ini. Karena cuaca bersahabat, sejak di area jalan beton proses memasuki ke area hutan tidak mengalami kendala berat, masuk menggunakan dua mobil SUV bak terbuka.

Rombongan terhenti ketika tim masuk ke kawasan hutan kilometer 13, atau sekitar 500 meter berbatasan dengan area Hutan Lindung Sei Wain Kalimantan Timur. Saat berada di lokasi ini, ditemukan beberapa orang sedang melakukan pengerjaan pemotongan kayu dengan gergaji mesin.

Senin, 04 Juli 2016

PONPES KULLIYATUL MUBALLIGHIIN BALIKPAPAN 2

Santri Dibekali Keahlian Menjahit dan Bekam

Santri pria maupun wanita yang menimba ilmu di Pondok Pesantren (Ponpes) Kulliyatul Muballighiin Kota Balikpapan, mendapat ilmu perbekalan dunia akherat juga pengetahuan mengenai keduniaan. Antara ilmu agama dan dunia disinergikan agar para lulusan santri mampu menjadi pribadi yang selamat dunia dan akherat.

SAAT matahari sore masih berada sejajar dengan pandangan mata, Tribun menyambangi ponpes ini yang beralamat di Jalan Jalan Kesatria Kilometer 8, Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Balikpapan Utara, Provinsi Kalimantan Timur.

Terlihat ketika berada di lokasi, ada beberapa santri wanita yang sedang belajar menjahit di ruang kelas lantai dua gedung utama ponpes ini. "Saya belajar menjahit usai lulus bisa buka usaha jahitan selain nanti menjadi pendakwah," ujar Samiqnah, santri asal Kota Tarakan ini.

PONPES SYAIKH MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARI BALIKAPAN 2

Santri Diajarkan Kaligrafi sebagai Media Dakwah

Tidak selamanya, santri yang menutut ilmu di Pondok Pesantren (Ponpes) Syaikh Muhammad Arsyad Al‑Banjari Kota Balikpapan hanya diajarkan soal ilmu agama Islam. Ponpes yang berada di alamat Jalan Soekarno-Hatta Kilometer 19,5 ini ternyata juga membagikan ilmu seni ke para santrinya.

Siang itu, Muhammad Ahyat, Humas Ponpes Syaikh Muhamamd Arsyad Al‑Banjari menuturkan kepada Tribun usai melewati waktu Sholat Zuhur. Katanya, para santri yang berjumlah ratusan orang diajarkan ilmu seni kaligrafi dan kesenian musik hadroh.

"Seni itu indah. Sesuatu yang indah juga masuk dalam ajaran Islam. Tidak ada yang melarang dengan sesuatu yang indah," ujar suami dari Hj Halimah ini yang waktu itu mengenakan kopiah putih.

PONPES SYAIKH MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARI BALIKPAPAN

Santri Lulus 
Diharapkan Bisa Hidup Mandiri 

Kelahiran Pondok Pesantren (Ponpes) Syaikh Muhammad Arsyad Al‑Banjari di kota minyak Balikpapan tiada tujuan yang bernilai. Ponpes yang beralamat di Jalan Soekarno-Hatta Kilometer 19, Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara ini memberikan alternatif pendidikan berbeda dengan yang lainnya . Ponpes ini terapkan pendidikan keislaman salafiyah diniyah. 

SIANG itu, Tribun mengunjungi ponpes ini, Minggu 26 Juni 2016. Gapura biru putih yang berdiri kokoh di pinggir jalan besar Soekarno-Hatta menjadi penanda masuk ke area ponpes ini. Dari titik inilah, tugu minaret Masjid Jamiusshalihin ponpes terlihat kokoh.

Saat masuk ke dalam area ponpes, jalan yang menurun curam mengarahkan Tribun ke pusat bangunan pengurus ponpes. Tidak berselang lama, Muhammad Ahyat menyambutnya. Dia ini adalah Humas Ponpes Syaikh Muhamamd Arsyad Al‑Banjari.

Minggu, 26 Juni 2016

PONDOK PESANTREN MARDHATILLAH BALIKPAPAN


Santri Diwajibkan Sholat Lima Waktu di Masjid

Awal kemunculan Pondok Pesantren (Ponpes) Mardhatillah di daerah hutan perbukitan Batu Ampar sempat membuat gempar kalangan tertentu. Lokasinya yang berada di pelosok jauh dari pemukiman penduduk, membuat ponpes ini dicap sebagai gudannya gerakan ekstrimis. Padahal tidak, ponpes ini dibangun untuk mendekatkan umat kepada Al Quran agar selamat dunia dan akhirat.

ITULAH ingatan yang masih terekam dari KH Syahril Yani, pendiri sekaligus pimpinan Ponpes Mardhatillah ketika bersua dengan Tribun pada Selasa 21 Juni 2016 siang di ruang kantor Ponpes Mardhatillah.

Saat menelusuri bangunan ponpes ini, perjalanan mencapai ke lokasi sangat jauh dari pusat perkotaan dan perdagangan Kota Balikpapan. Lokasinya berada di Jalan Soekarno-Hatta Kilometer 8, Kecamatan Balikpapan Utara.

Sabtu, 25 Juni 2016

MENYANDERA

Menyandera

Tugboat Charles yang membawa enam Anak Buah Kapal selamat dari pembajakan kelompok militan tak dikenal di perairan Filipina pada Rabu 22 Juni 2016. Sebanyak tujuh Anak Buah Kapal yang masih disandera meski tugboat ini sudah tiba di lautan Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur, pada Sabtu 25 Juni 2016.

Jumat, 24 Juni 2016

BALIKPAPAN ISLAMIC CENTER 4

Aminah Kagumi Payungnya



Hujan yang mengguyur deras, tidak membuat peringatan malam Nuzulul Quran di Balikpapan Islamic Center (BIC), Kelurahan Gunung Bahagia, Kecamatan Balikpapan Selatan, batal diselenggarakan.

Sebaliknya, kegiatan seremonial keagamaan di bulan ramadhan ini ramai dikunjungi warga muslim memadati masjid terbesar di kota minyak ini.

Pantauan Tribun, sejak pukul 19.00 Wita warga berbondong-bondong mendatangi masjid beragaya nabawi Arab Saudi ini. Satu di antaranya, Aminah, warga Klandasan, mendapat undangan peringatan nuzulul quran dari komunitas pengajiannya.

Kamis, 23 Juni 2016

TANPA KACA MATA

Tanpa Kaca Mata

Biasanya Berkacamata Tetapi ini Tanpa Menggunakan Kaca Mata

PONDOK PESANTREN KULLIYATUL MUBALLIGHIIN BALIKPAPAN

Santri Dijauhkan dari Televisi dan Radio
Puluhan muda-mudi dari luar daerah menimba ilmu di Pondok Pesantren (Ponpes) Kulliyatul Muballighiin Kota Balikpapan. Bermimpi, setamat dari lembaga pendidikan Islam ini bisa menjadi pendakwah di kampung halamannya.


Sore sehabis sholat ashar, para santriwan dan santriwati Ponpes Kulliyatul Muballighiin berkumpul di ruang kelas lantai dua, mengikuti kegiatan pembimbangan keagamaan Islam yang disampaikan Ustaz Nandang Solihin, Selasa 21 Juni 2016.

Dialah ustaz yang menjabat sebagai Ketua Pembina Harian Ponpes Kulliyatul Muballighiin, yang sudah 8 tahun mengabdi sebagai pengajar ponpes. Saat bersempatan bersua dengan Tribun, Nandang mengungkapkan, Ponpes Kulliyatul Muballighiin berdiri sekitar tahun 1996.

Selasa, 21 Juni 2016

KUBAH MEGAH

Kubah Megah

Kubah megah Masjid Balikpapan Islamic Center Provinsi Kalimantan Timur

PONDOK PESANTREN SYAICHONA CHOLIL BALIKPAPAN 2

Meneladani Sang Santri Sedekah Produktif


Munculnya Pondok Pesantren (Ponpes) Syaichona Cholil Kota Balikpapan, ternyata berawal dari setelah sang pendiri ponpes ini mendalami ilmu agama Islam di Mekkah, Arab Saudi. Ruh dibangunnya ponpes ini terinspirasi nama tokoh Waliyullahdari Bangkalan Madura, Syaichona Cholil.

Kala itu, Tribun mengunjungi ponpes ini di bilangan Jalan Mulawarman, Kelurahan Sepinggan, Kecamatan Balikpapan Selatan belum lama ini. Urat nadi kehidupan ponpes ini masih ramai meski memasuki ibadah puasa ramadhan.

Sebagian besar mereka ini adalah santri-santri yang berumuran muda. Semangat mereka dalam beragama Islam begitu menonjol, terlihat beberapa di antaranya ada yang membaca al-Quran, sholat dan zikir di masjid ponpes.

PONDOK PESANTREN SYAICHONA CHOLIL BALIKPAPAN


Santri Manfaatkan Lahan dengan Menanam 

Setiap anak didik yang menimba ilmu di Pondok Pesantren (Ponpes) Syaichona Cholil Kota Balikpapan digembleng ilmu kemandirian ekonomi yang berbasiskan agrobisnis. Jurus ini diharapkan akan menciptakan santri-santri yang mampu berkontribusi bagi masyarakat melalui gerakan sedekah produktif.

SELEPAS menunaikan sholat jumat di masjid Ponpes Syaichona Cholil, Jalan Mulawarman, Kelurahan Sepinggan, Kecamatan Balikpapan Selatan, sejumlah santri menggelar doa dan salawatan bersama KH Muhammad Ali Cholil, selama 50 menit lebih, Jumat 17 Juni 2016.

Singat cerita, KH Ali sempatkan waktu bersua dengan Tribun di kediamannya. Pria kelahiran Bangkalan, Madura, Jawa Timur ini ialah pendiri dan pimpinan Ponpes Syaichona Cholil.

Sabtu, 18 Juni 2016

LIBUR

Santri Sedang Libur


Pondok Pesantren Baitul Makmur yang berada di Jalan Baitul Makmur, Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur bersuasana sepi, Jumat 17 Juni 2016 siang.

PONDOK PESANTREN ASY SYIFA BALIKPAPAN

Santri Diharuskan Ikuti Pramuka


Kehadiran Pondok Pesantren Modern Asy Syifa di Kota Balikpapan diibaratkan oase yang muncul di hamparan padang pasir. Lembaga pendidikan yang berbasiskan Islam dan nasional ini memberi warna pola pendidikan di kota minyak ini. Satu di antaranya menelurkan bibit-bibit pemimpin ideal yang siap terjun di tengah masyarakat.

LANGIT Kelurahan Batu Ampar, Jalan Soekarno Hatta Kilometer 4,5, Kecamatan Balikpapan Utara diwarnai jingga, pertanda sudah senja, akan masuk waktu berbuka puasa ramadhan.

Atmosfir yang demikian, Tribun menyambangi kediaman Ustaz Umar As Sidiq, yang jaraknya sekitar 50 meter dari bangunan sekolah Ponpes putri Asy Syifa, Senin 13 Juni 2016.

Kamis, 16 Juni 2016

BUKAN TITO YUGOSLAVIA

Bukan Tito Yugoslavia

DESA LORI KALIMANTAN TIMUR


Menggambarkan Keanggunan

Matahari yang memerah waktu itu sudah mau tidur, masuk ke perut bumi menjadi gelap. Ini saya perhatikan saat sedang berada di tepian pinggir lautan Desa Lori, Kecamatan Tanjung Harapan, Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur, pada Jumat 6 Mei 2016.

ITULAH tanda-tanda alam yang normal, bukan adanya peristiwa yang gaib apalagi ajaib, saat itu memang sudah memasuki waktu senja, hari akan berganti malam. Warga masih ada yang sibuk dengan mata pencahariannya. Mereka ini para nelayan yang usai mendapatkan ikan sampai berpuluh kilogram.

Tempat yang indah, hanya duduk bersantai di dermaga Desa Lori bisa puas memandangi alam bebas lautan Tanjung Harapan. Lokasinya yang damai menjadikan hati ini berbuah tentram. Tidak ada hembusan angin kencang pantai, apalagi deburan ombak yang ganas.