Kamis, 29 September 2016

GENGSI PASANGAN MUDA HANCURKAN PERNIKAHAN

Pasangan Muda Banyak Gengsi 
Berujung Hancur



Selama menekuni profesi sebagai pengacara sejak tahun 2004 di lingkungan Pengadilan Agama Kota Balikpapan, Rabbana sudah sering menangani perkara perceraian rumah tangga. Perkara yang dihadapinya sebagian besar disebabkan adanya orang ketiga sebagai faktor penghancur kehidupan rumah tangga.

Itu terungkap saat Rabbani bersua dengan Tribun di kantin belakang PA Kota Balikpapan, Jl Syarifuddin Yoes, pada Selasa 27 September 2016 siang. Pria berkacamata ini menguraikan, kehancuran rumah tangga faktor utamanya ada pihak ketiga, yang secara sepesifik terkait dengan egoisme pasangan dan perselingkuhan dalam dunia maya.

Ia menjelaskan, egoisme pasangan rumah tangga merupakan titik penentu retaknya hubungan rumah tangga. Sebagai contoh, satu sama lain mengobarkan gengsi tinggi. Ketika ada persoalan atau percekcokan rumah tangga, jalan keluarnya selalu ingin menang sendiri. Gengsi sebagai perisai, ingin menang sendiri, merasa yang paling berkuasa, hebat, dan paling benar.

MERIAM MARKONI SARAT MAKNA SEJARAH BANGSA

Meriam Markoni 
Sarat Makna Sejarah Bangsa
 
Siapa bilang jejak peninggalan perang dunia dua dan perang pasifik hanya berada di tanah jawa. Ternyata di bumi borneo terdapat bekas saksi bisu berlangsungnya bencana yang diciptakan manusia, yang dianggap sejarah kelam.

HAL itu terdapat di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. Saya sempat menelusuri keberadaan sisa peninggalan perang zaman fasisme negeri mahahari terbit, Jepang yang waktu itu menggelorakan semboyan propaganda Jepang Pemimpin Asia, Jepang Pelindung Asia, dan Jepang Cahaya Asia.

Peninggalan itu berupa alat perang yang ditaruh di kawasan dataran tinggi. Inilah yang menjadi ciri khas Jepang di daerah lainnya dalam membangun pertahanan militer di bukit-bukit tinggi yang menghadap ke kawasan laut.

Selasa, 13 September 2016

MERAYAKAN KERAGAMAN

Merayakan Keragaman

Jongfajar Kelana

BAPAK BANGSA

Bapak Bangsa 

Jongfajar Kelana

SELEMBAR KULIT SAPI YONO RAUP RATUSAN RIBU

Selembar Kulit Sapi 
Yono Raup Ratusan Ribu

Menjelang malam, Yono yang bercelana sepanjang lutut masih terlihat sibuk mencatat hasil timbangan limbah kulit hewan potong di buku tulisnya yang setebal sekitar 60 lembar, dengan menuliskannya memakai sebatang bolpoin hitam, Minggu 11 September 2016.

DITEMANI anak tunggalnya yang remaja, Yono tidak pernah lengah memperhatikan timbangan kulit hewan kurban yang digelarnya di pinggir Jalan Kampung Timur, Jalan Indrakila, Kelurahan Gunung Samarinda Baru, Kecamatan Balikpapan Utara.

Kulit-kulit hewan kurban itu berasal dari masyarakat Kota Balikpapan yang habis melaksanakan seremonial kurban Idul Adha. Masyarakat menjualnya ke Yono, dengan harga yang beragam tergantung jenis hewannya.

Sabtu, 10 September 2016

CERUK MANIS BERBISNIS SAPI GORONTALO

Awalnya Merasa Minder Kerja Perusahaan
 

Hari Raya Idul Adha sebentar lagi akan bergulir. Beberapa warga datang berbelanja hewan kurban di tempat pasar-pasar hewan ternak dadakan yang tersebar di titik pusat keramaian Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Momen ini pun dimanfaatkan sebagian warga untuk mencari ceruk manis bisnis musiman dengan mendatangkan hewan kurban dari luar Kaltim.

SAAT matahari tepat berada di atas kepala, Ketua Forum Kota Masyarakat Kaltim, Rusli Mandang datang bersama istri dan cucunya ke tempat penjualan sapi kurban yang digelar di pasar lapak darurat di kawasan Kampung Timur, Jalan Indrakila, Kelurahan Gunung Samarinda Baru, Kecamatan Balikpapan Utara, pada Jumat 9 September 2016.

Begitu turun dari mobilnya yang berjenis MPV warna putih, Rusli langsung masuk ke tenda beratap terpal biru yang difungsikan sebagai kandang sapi-sapi berumur dewasa. "Mau Sapi yang sedang-sedang saja. Yang penting bagus. Sehat," tuturnya yang langsung dibimbing Hasan Lantu sang pemilik sapi itu.

SAPI KURBAN

Sapi Kurban

Si Sapi Belang menjadi sasaran subtitusi barang dijadikan alat kendaraan angkut. (Jongfajar Kelana)

GAZEBO BERPAYUNG DAHAN

Gazebo Berpayung Dahan


Panas matahari membara, sudah lama air hujan tidak turun dari langit tinggi. Teriknya matahari menerpa pantai pinggiran perkotaan Balikpapan, bernama Pantai Kilang Mandiri. Hawanya tiada tahan, membuat sekujur tubuh bercucuran keringat.

INIKAH yang dinamakan pesan-pesan alam akan tanda kerusakan alam, Kalimantan Timur. Pantai memang selalu identik berhawa panas. Tiada heran, banyak orang-orang di negara eropa sana, yang jarang ada musim panas, berjemur di bawah sinar ultra violet matahari negeri Indonesia seperti Balikpapan.

Waktu itu, Pantai Kilang Mandiri tenang, angin pun tak kencang, tiada suara berisik gemuruh ombak laut. Pantai terasa nyaman dan tentram. Siang yang panas, bukan lagi hal yang membosankan. Pantai yang bersih menawarkan angin sepoi-sepoi yang nikmat, menjadikan siang itu menakjubkan, Kamis 1 September 2016.

Kamis, 08 September 2016

DIHANTUI DEDEMIT DEFISIT

Dihantui Dedemit Defisit 

Jongfajar Kelana

GALUNGAN KOTA BALIKPAPAN 2016

Momen Introspeksi Diri Menjauhi Keburukan


Malam semakin larut, rembulan yang muncul di langit gelap memberi warna, menjadikan langitnya terang redup, berkesan remang-remang. Tiada angin kencang, rintik hujan pun enggan turun membasahi Pura Giri Jaya Natha, yang berada pada daratan tinggi, Kota Balikpapan, Rabu 7 September 2016.

PULUHAN orang beragama Hindu datang berbondong-bondong ke pura yang beralamat di Jalan JlHendriawan Sie itu untuk melakukan ritual ibadah Hari Galungan. Di antara mereka ada yang datang bersama keluarga, suami istri beserta anak, ikut terlibat dalam peribadatan khusuk Galungan di dalam pura yang berada dalam pelukan Kecamatan Balikpapan Tengah.
Jl.
Lantunan alat musik Seka Gong pura yang sejak sore telah dimainkan, semakin menambah kekentalan atmosfir Galungan, yang dipercaya umat Hindu sebagai hari Dharma meraih kemenangan dalam kebenaran melawan kejahatan.

Rabu, 07 September 2016

IKAT KENCANG TALI PINGGANG

Ikat Kencang Tali Pinggang 

Ikat kencang tali pinggang yang perlu diterapkan Pemerintah Kota Balikpapan saat anggaran daerahnya sedang mengalami defisit ratusan miliar rupiah. Strategi dilakukan melalui penghematan program kegiatan dan belanja pegawai.

BADAI DEFISIT ANGGARAN BALIKPAPAN 2

Sewa Mobil Swasta Lebih Efisien dan Transparan


Menjelang akhir tahun ini, anggaran daerah Kota Balikpapan mengalami gonjang-ganjing akibat diterpa badai defisit yang mencapai ratusan miliar rupiah. Kondisi ini membuat kepala daerah memutar otak, mengatur strategi menyesuaikan ketersediaan anggaran yang tersisa.

UPAYA memaksimalkan efektifitas penggunaan anggaran, Wali Kota membuat payung hukum berbentuk Instruksi Wali Kota Nomor 3 Tahun 2016 mengenai Penghematan Belanja Pelaksanaan Program, atau Kegiatan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Tahun 2016.

Spesifiknya, aturan itu memberi benang merah agar di antaranya melakukan penghematan anggaran seluruh belanja langsung di SKPD dengan ditetapkan dana sebesar Rp 304 miliar lebih.

Selasa, 06 September 2016

BADAI DEFISIT ANGGARAN BALIKPAPAN

Proyek Berhenti atau Pembayaran Ditunda

Persoalan pelik yang kini dihadapi Pemerintah Kota Balikpapan mengenai defesitnya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), seolah menjadi perhatian serius bagi semua pihak. Gejala defisit anggaran ini puncaknya mulai dirasakan pada tahun ini.


RAMUAN jitu disiapkan Wali Kota untuk mengatasi keterbatasan dana ini, satu di antaranya mengumpulkan beberapa tokoh masyarakat, mahasiswa, dan pelaku kontraktor untuk membahas bersama-sama keluar dari dilema ini.

Pertemuan dilangsungkan di lantai tiga kantor Wali Kota Balikpapan, Jalan Sudirman, Senin 5 September 2016 sore. Antusias tamu yang hadir ke pertemuan ini memberi warna kehangatan dalam pertemuan, meski tuan rumah penyenggelara hanya menyediakan minuman air mineral botol plastik pabrikan Pasuruan, Jawa Timur.  

LIRIKAN MATA

Lirikan Mata

Lirikan mata yang membuat hati mereka yang melihat bisa berdebar-debar

Senin, 05 September 2016

CINTA 16916


Cinta 16916

Semuanya sudah tahu jawabannya, satu ditambah enam itu pasti tujuh. Ini ilmu matematika yang mulai dipelajari oleh anak‑anak kelas satu Sekolah Dasar (SD) di negeri Republik Indonesia hingga sampai bangku kelas enam.


BAGI yang sudah beranjak dewasa atau yang telah masuk usia manula, tentu kalian ingatkan dengan hitung-hitungan dalam ilmu matematika, sampai‑sampai dibuat lagu berlirik singkat untuk menghibur diri akibat dari 'seramnya' mata pelajaran ini.

"Matematika‑matematika, bahasa Indonesia. Datang Belanda ditembak jatuh cinta." Sungguh ini lirik lagu yang hiperbola, bias tanpa terang‑benderang, benar-benar membingungkan.

Sabtu, 03 September 2016

RAKYAT MELAYANI

Rakyat Melayani

 Rakyat membayar pajak menambah pundi-pundi anggaran negara. Menggunakan anggaran negara untuk bersenang-senang sama saja rakyat melayani bukan dilayani. (Jongfajar Kelana)

Jumat, 02 September 2016

LESUNYA USAHA PERTAMBANGAN

Puluhan Pembeli Telantarkan Rumahnya

Badai kelesuan perekonomian global dan Indonesia telah meluluh-lantakkan bisnis properti. Akibat merosotnya keuangan warga masyarakat, pembeli rumah pun anjlok. Puluhan konsumen pindah ke kota lain, meninggalkan rumahnya, menelantarkannya begitu saja. Situasi sulit ini memicu kredit macet perbankan.  


Dahulu membangun bisnis properti yang dilakukan Murdji Badar di Kota Balikpapan dianggap ceruk manis. Kini kesan yang indah ini telah memudar, hanya tinggal kenangan. Bisnis properti yang ditekuninya sejak tahun 2000 amburadul tidak karuan. Eksistensi bisnis properti untuk sejauh ini tidak bisa dipertahankan, menunggu waktu yang tepat untuk membangkitkannya lagi.

Dia merasakan terpukul krisis bisnisnya ketika menginjak tahun 2016, banyak konsumen-konsumennya yang berkategori warga kelas memengah ke atas mengalami gagal bayar cicilan alias kredit macet.

SANGGA DAGU

Sangga Dagu 

Sangga Dagu

Rabu, 31 Agustus 2016

TIDAK KULIAH MAMPU CIPTAKAN MESIN PARUT SAGU

Tidak Kuliah Mampu Ciptakan Mesin Parut Sagu


Belum lama ini, saya pernah berkunjung ke pameran Teknologi Tepat Guna di Kota Balikpapan, pada Rabu 20 Juli 2016 siang. Momen ini mempertemukan saya dengan seorang pria lajang, yang berpenampilan biasa, tidak bergaya pakaian bak selebriti yang tampil glamor mengkilap.

ORANG yang dimaksud ialah Jumardin, yang lahir di Desa Pasir Belongkang. Di balik penampilannya yang sederhana hanya mengenakan kemeja batik corak khas Kalimantan dengan kulit tubuh yang gelap, orang ini tidak terlihat sebagai orang penting layaknya pejabat daerah.

Padahal, Jumardin ini adalah seorang inovator teknologi tepat guna di desanya. Berkat kerja cerdasnya, warga desa terbantu oleh mesin hasil ciptaannya yang diberi nama Padaidi, yang artinya Sama Saya, dengan maksud alat itu diciptakan oleh Jumaridn. Alat yang dibuatnya adalah mesin parut dan penyaring sagu.

SEKALI SEUMUR HIDUP

Sekali Seumur Hidup

Diciptakan oleh Tuhan berupa pria dan wanita mengikat cinta wujudkan bahtera

Senin, 29 Agustus 2016

MEMBELAI MERIAM MARKONI


 Membelai Meriam Markoni Zaman Jepang

Siang tengah hari yang bolong, saya berkelana sendiri tanpa tujuan yang jelas menggunakan sepeda motor matik dari negeri Jepang. Sudah terbiasa menjomblo sejak lahir sampai kini, jalan sendiri itu sudah tradisi. Trek perjalanan bermula dari Kampung Wonorejo kemudian tiba-tiba mengarah ke kawasan Markoni, Kelurahan Damai, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur,

AWALNYA saya hanya iseng-iseng. Saya melihat ada sebuah jalan yang bagi saya asing, belum pernah dilewati selama saya tinggal di Kota Balikpapan selama enam bulan ini. Tidak diduga bisa sampai menyasar ke lokasi bekas peninggalan perang zaman jajahan negeri matahari terbit, berupa senjata meriam.

Saya sempat temukan informasi sisa perang dunia kedua ini ketika tiba di daerah Markoni Atas. Ada sebuah papan petunjuk yang menyebut berjarak sekitar 350 meter ke arah atas ada sebuah meriam Jepang Markoni, pada Senin 15 Agustus 2016 siang.

Sabtu, 27 Agustus 2016

MAKAN DITUNDA DEMI MELAYANI WARGA

Makan pun Ditunda demi Melayani Warga

Ratusan warga duduk di ruang tunggu antrian pendataan dan perekaman kependudukan untuk Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E KTP) di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Balikpapan, pada Kamis 25 Agustus 2016. Antiran panjang ini dilayani oleh tiga orang petugas perekaman data kependudukan.

SEJAK pagi, pengamatan Tribun, ketiga petugas itu sudah sibuk melayani warga dari berbagai kalangan, baik itu tua, muda, pria maupun perempuan. Belakangan ini, Disdukcapil selalu dipenuhi warga yang berbondong-bondong mengurus E KTP.

Satu di antaranya, Diro Trihari Wibowo, petugas perekaman data E KTP yang bertubuh tambun ini, mejanya tidak pernah sepi pengunjung. Setiap ada warga yang sudah selesai dilayani, langsung tidak sampai dua menit datang lagi pengunjung lainnya untuk dimintai perekaman kependudukan.

Rabu, 24 Agustus 2016

MENGHANCURKAN

Crushing Cigarettes
 
Bersemangat menghancurkan dengan pukulan tangan bertenaga dahsyat

PESONA INDONESIA PANTAI LAMARU YANG ABIRUPA

Pesona Indonesia Pantai Lamaru yang Abirupa


Menyelam sambil minum air. Inilah pepatah yang saya terapkan, saat melakukan perjalanan menggunakan sepeda motor dari pusat kota ke daerah pelosok Pondok Pesantren Hidayatullah, Gunung Tembak, Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), pada Kamis 18 Agustus 2016 pagi.

SAYA yang berperan sebagai jurnalis, ke tempat itu melakukan peliputan presmian penerapan teknologi Layanan Keuangan Digital, yang diterapkan untuk pertama kalinya di ponpes ternama di Kaltim. Menariknya selama dalam perjalanan berangkat, saya pun melintasi sebuah kawasan wisata pantai, yang disebut Pantai Lamaru.

Ide langsung muncul, saya tidak mampir ke pantai terlebih dahulu. Nanti saja usai liputan di Ponpes barulah kunjungi pantainya. Penasaran juga. Soalnya belum pernah kunjungai pantainya. Dari luar pintu masuk terlihat bersih, indah cantik dan asri.