Senin, 29 Agustus 2016

MEMBELAI MERIAM MARKONI


 Membelai Meriam Markoni Zaman Jepang

Siang tengah hari yang bolong, saya berkelana sendiri tanpa tujuan yang jelas menggunakan sepeda motor matik dari negeri Jepang. Sudah terbiasa menjomblo sejak lahir sampai kini, jalan sendiri itu sudah tradisi. Trek perjalanan bermula dari Kampung Wonorejo kemudian tiba-tiba mengarah ke kawasan Markoni, Kelurahan Damai, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur,

AWALNYA saya hanya iseng-iseng. Saya melihat ada sebuah jalan yang bagi saya asing, belum pernah dilewati selama saya tinggal di Kota Balikpapan selama enam bulan ini. Tidak diduga bisa sampai menyasar ke lokasi bekas peninggalan perang zaman jajahan negeri matahari terbit, berupa senjata meriam.

Saya sempat temukan informasi sisa perang dunia kedua ini ketika tiba di daerah Markoni Atas. Ada sebuah papan petunjuk yang menyebut berjarak sekitar 350 meter ke arah atas ada sebuah meriam Jepang Markoni, pada Senin 15 Agustus 2016 siang.

Sabtu, 27 Agustus 2016

MAKAN DITUNDA DEMI MELAYANI WARGA

Makan pun Ditunda demi Melayani Warga

Ratusan warga duduk di ruang tunggu antrian pendataan dan perekaman kependudukan untuk Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E KTP) di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Balikpapan, pada Kamis 25 Agustus 2016. Antiran panjang ini dilayani oleh tiga orang petugas perekaman data kependudukan.

SEJAK pagi, pengamatan Tribun, ketiga petugas itu sudah sibuk melayani warga dari berbagai kalangan, baik itu tua, muda, pria maupun perempuan. Belakangan ini, Disdukcapil selalu dipenuhi warga yang berbondong-bondong mengurus E KTP.

Satu di antaranya, Diro Trihari Wibowo, petugas perekaman data E KTP yang bertubuh tambun ini, mejanya tidak pernah sepi pengunjung. Setiap ada warga yang sudah selesai dilayani, langsung tidak sampai dua menit datang lagi pengunjung lainnya untuk dimintai perekaman kependudukan.

Rabu, 24 Agustus 2016

MENGHANCURKAN

Crushing Cigarettes
 
Bersemangat menghancurkan dengan pukulan tangan bertenaga dahsyat

PESONA INDONESIA PANTAI LAMARU YANG ABIRUPA

Pesona Indonesia Pantai Lamaru yang Abirupa


Menyelam sambil minum air. Inilah pepatah yang saya terapkan, saat melakukan perjalanan menggunakan sepeda motor dari pusat kota ke daerah pelosok Pondok Pesantren Hidayatullah, Gunung Tembak, Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), pada Kamis 18 Agustus 2016 pagi.

SAYA yang berperan sebagai jurnalis, ke tempat itu melakukan peliputan presmian penerapan teknologi Layanan Keuangan Digital, yang diterapkan untuk pertama kalinya di ponpes ternama di Kaltim. Menariknya selama dalam perjalanan berangkat, saya pun melintasi sebuah kawasan wisata pantai, yang disebut Pantai Lamaru.

Ide langsung muncul, saya tidak mampir ke pantai terlebih dahulu. Nanti saja usai liputan di Ponpes barulah kunjungi pantainya. Penasaran juga. Soalnya belum pernah kunjungai pantainya. Dari luar pintu masuk terlihat bersih, indah cantik dan asri.

Minggu, 21 Agustus 2016

INDAHNYA HAMPARAN LUAS PASIR PANTAI AMBORAWANG LAUT

Indahnya Hamparan Luas 
Pasir Pantai Amborawang Laut

Mengisi waktu liburan dengan berpergian ke daerah pantai merupakan satu di antara cara meluangkan waktu yang tepat untuk melepaskan rasa penat. Ada aneka ragam hiburan tersaji di masyarakat perkotaan, namun singgah di sebuah perkampungan yang lengkap dengan pantainya, ibarat satu hal yang spesial bisa berkunjung menikmati panorama alam bahari perdesaan.

PAGI menjelang siang, pada Minggu 7 Agustus 2016, saya dari pusat Kota Balikpapan melajukan sepeda motor matik menuju kawasan pelosok Jalan Mulawarman, Gunung Tembak, Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Kebetulan saya yang bekerja sebagai jurnalis di sebuah media cetak lokal Kaltim, pergi ke daerah itu untuk melakukan peliputan seremonial nikah massal para santri Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah yang dikenal ketat, santrinya dilarang keras berpacaran sebelum ada akad resmi pernikahan.

MENUNGGU DAN BERSABAR

Menunggu dan Bersabar 

Para mahasiswi duduk bersantai di bangku ruang depan kampus Sekolah Tinggi Ekonomi Madani. Sketsa diambil saat sedang menunggu kehadiran pimpinan Sekolah Tinggi Ekonomi Madani Kota Balikpapan, I Gusti Putu Darya pada Sabtu 20 Agustus 2016 siang. Menunggu itu sebuah tindakan yang membutuhkan rasa sabar yang teramat besar.

Sabtu, 20 Agustus 2016

LITTLE BOY IN ALEPPO

Little Boy in Aleppo 

His name is Omran Daqneesh. The sketch of him, bloodied and covered with dust, sitting silently in an ambulance awaiting help, is another stark reminder of the toll of the war in Syria.

Kamis, 18 Agustus 2016

PASKIBRA KOTA BALIKPAPAN 2

Tertarik karena Baris-berbaris Rapih


Umurnya yang dianggap paling muda di antara anggota Paskibra lainnya, Komang Mutiara Savitri Dewi, 14 tahun, merasa tidak minder, sebab rekan-rekannya menganggap egaliter, semuanya sebagai keluarga.

ITULAH ungkapan yang disampaikan wanita kelahiran Balikpapan 5 Maret 2002 ini usai melaksanakan tugasnya sebagai pembawa baki bendera dalam upacara penurunan bendera, pada Rabu 17 Agustus 2016 sore.

Bagi dia, kegiatan paskibra memberi banyak manfaat, satu di antaranya mengajarkan kedisiplinan dan memperbanyak teman. Naksir dengan paskibra sejak Komang duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Kota Balikpapan.

Rabu, 17 Agustus 2016

PINANG PANJAT

Pinang Panjat

Perlombaan panjat pinang biasanya sangat populer saat ada momen Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Setiap perkampungan atau pusat perkotaan sering menggelar jenis perlombaan ini karena dianggap sangat menghibur dan merakyat, mengajarkan kerbersamaan dalam rasa kegotong-royongan.

Selasa, 16 Agustus 2016

JARGAS KOTA BALIKPAPAN

Mobil Tak Bisa Melintas Dua Hari


Puluhan pekerja tukang gali tanah sedang sibuk menguruk tanah di pinggir Jalan Pangeran Antasari, Kelurahan Karang Rejo, Kecamatan Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, Senin 15 Agustus 2016 siang.

Kontan adanya aksi ini, jalan yang selebar sekitar empat meter ini tertutup bagi pejalan pengguna kendaraan bermotor roda empat. Pengamatan Tribun, mereka yang melintas di jalan ini hanya pengguna jalan yang memakai sepeda motor.

Jalan pintu masuk ke arah ini ditutup dengan plang papan pengumuman yang bertuliskan, "Maaf jalan ditutup, ada galian pipa gas. Hati-hati ada galian pipa gas."

Senin, 15 Agustus 2016

EMBOH SOPO

Emboh Sopo

Emboh sopo rupane wes ora tau rupane koyo opo wae ku kiro pelawak dono

SEHARI DIRIKAN PULUHAN PANJAT PINANG

Sehari Abas Dirikan 17 Panjat Pinang

 
Awan mendung mulai memayungi kawasan Lapangan Merdeka Jalan Jendral Sudirman, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, pada Minggu 14 Agustus 2016 siang. Empat orang pria yang berada di pinggiran lapangan hijau ini terlihat masih ada yang fokus mengerjakan tiang-tiang kayu yang akan dijadikan lomba permainan panjat pinang.

BASRAN Syah alias Abas, satu di antara pengrajin panjat pinang sedang sibuk memaku kayu bambu yang dibentuk melingkar yang dipasang di pucuk kayu pinang yang diameternya 1,40 centimeter.

"Saya bersama teman saya dapat pesanan pembuatan panjat pinang. Mau dipakai buat acara lomba 17 Agustusan disini (Lapangan Merdeka)," ungkapnya kepada Tribun di sela-sela dirinya sambil mengerjakan proyeknya.

Minggu, 14 Agustus 2016

AGUSTUSAN INDONESIA MERDEKA

Agustusan Indonesia Merdeka

Merayakan kegembiraan dalam hari kemerdekaan ke 71 tahun Republik Indonesia

MOBIL MASA DEPAN BERBAHAN BAKAR HIDROGEN

GAIKINDO INDONESIA INTERNATIONAL AUTO SHOW 2016 
Mobil Masa Depan Ini 
Berbahan Bakar Air


Memulai matahari terbit, PT Toyota‑Astra Motor (TAM) mengundang kehadiran masyarakat dalam event Gaikindo Indonesia International  Auto Show (GIIAS) 2016 yang diberi tajuk "Here For A Wonderful Tomorrow," pada Kamis 11 Agustus 2016. 

ACARA tersebut dibuat untuk melihat secara langsung dan merasakan berbagai produk andalan dengan desain dan teknologi terdepan yang dikembangkan Toyota untuk memenuhi kebutuhan  masyarakat Indonesia.

Kala itu, Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla juga ikut mendatangi hajatan Gaikindo ini. Pengamatan Tribun, Wapres Jusuf Kalla masuk ke ruang pameran sekitar pukul 11.00 Wita yang juga turut didampingi Menteri Perdagangan Erlangga Hartarto, dan Gubernur Banten Rano Karno.

Senin, 08 Agustus 2016

PERNIKAHAN MURAH MERIAH TANPA PACARAN

Pernikahan Murah Meriah tanpa Pacaran



Sebanyak 38 lelaki berpakaian baju koko putih berdiri berjejer di depan dalam ruangan Masjid Ar Riyadh untuk bersalaman dengan para tamu undangan, sahabat dan sanak famili, yang hadir di momen sakral, Minggu 7 Agustus 2016 siang.

ITU merupakan momen pernikahan massal santri Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah yang diberi tajuk "Walimatul Ursy Pernikahan Mubarok Mujahid Dakwah Hidayatullah," yang pelaksanaannya di ponpes ini, Jalan Mulawarman, Gunung Tembak, Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.

Pengamatan Tribun, mereka ini ada 38 pasangan pria dan wanita, yang dinikahkan secara sederhana dan menurut ajaran agama Islam. Para pasangan ini, sebelum masuk prosesi akad pernikahan mesti melalui tahapan ujian dari sesepuh Ponpes Hidayatullah sekitar beberapa bulan yang lalu.

BUS TRANS BALIKPAPAN

Angkutan Andalan Pelajar


Matahari tepat berada di atas kepala. Sebuah Bus Sarana Angkutan Umum Massal (SAUM), yang dikemudikan Sutriadi, 55 tahun, melaju dari arah Pelabuhan Kapal Ferry Kariangau di kecepatan sekitar 50 Kilometer.


Bus hijau yang bertuliskan Trans Balikpapan ini tiba-tiba berhenti di Jalan Sultan Hasanudin, Sabtu 6 Agustus 2016. Ternyata Sutriadi sengaja memberhentikan busnya untuk mengangkut penumpang pelajar Sekolah Menengah Pertama Negeri 16, yang akan pulang ke arah Kota Balikpapan.

Pelajar serbu bus, langsung naik ke dalam bus. Kontan, akibat kondisi ini Sadariyah, kondektur bus sampai kewalahan melayaninya. "Tolong masuk ke dalam lagi supaya temannya bisa masuk semua. Duduk di bangku yang kosong. Jangan rebutan," ujarnya.