GELIAT KOTA TUA JAKARTA 4
Trotoar Kunir Pancarkan Hijau Lestari
BELUM lama ada sebulan saya tinggalkan Kota Tua,
ternyata sebagaian wajah Kota Tua sudah ada yang berubah ketika saya berkunjung
kembali ke tempat ini, Sabtu (16/11/2013) sore. Lokasi yang berada di kawasan
Jakarta Barat ini sudah mulai ditata ke arah konsep wisata kaum urban yang
ideal.
Hal yang sudah mulai digarap ada pada trotoar bagian
tengah sepanjang Jalan Kunir Kecamatan Tamansari, atau lebih persisnya trotoar
yang masuk dalam lingkungan halte busway Museum Fatahillah.
| Halte busway Museum Fatahillah yang tampak bersih dan asri, sabtu (16/11/2013). Ditatanya lokasi ini akan semakin memaksimalkan pelayanan transportasi umum di Jakarta. (photo by budi susilo) |
Sebelumnya di tempat ini jalanan berpenampilan kering
dan kurang asik saat dipandang dengan kedua bola mata. Tidak ada hijau tumbuhan-tumbuhan,
jalanan serasa gersang dan berdebu.
Apalagi saat mau naik, atau turun di halte busway
Museum Fatahillah, rasanya kurang bergairah, malas untuk berjalan kaki ke halte
untuk naik bus umum, karena situasi alam sekitarnya tidak lestari.
Panas matahari bersinar terik, tentu akan menambah
lagi rasa kepenatan. Orang yang mau jalan-jalan, dan berbelanja ke tenda kaki
lima di lorong gedung kantor Pos, auranya tak menyenangkan, sebab kesan yang
muncul tak memberi rasa gembira.
Namun kini kesan itu tidak lagi. Trotoar sudah
dilengkapi tanaman hijau yang menyerupai rumput gajah dan beberapa tanaman
bunga-bunga. Bagi mereka yang melintas di jalan ini akan terasa asik, disuguhi
panorama hijau tumbuhan bak di taman-taman.
Sekarang setelah dilengkapi tanaman, rasanya ingin
berlama-lama di pinggiran jalan, duduk di trotoar sambil menikmati bangunan-bangunan
Kota Tua, di antaranya ada gedung kantor Pos yang dilengkapi jaringan free wi-fi, dan lorong jalan menuju Cafe
Batavia yang sejarahnya dibangun pada tahun 1805 masehi.
Selain itu, di lokasi trotoar tengah ini pun dilengkapi
papan peta Kota Tua yang berisikan petunjuk tempat-tempat museum, fasilitas
publik, dan bangunan bersejarah. Membaca papan peta ini pun mudah dipahami oleh
siapa saja, karena gambar dan tulisannya dibuat secara jelas serta ukuran papan
peta terbilang cukup besar. Diharapkan dengan adanya fitur ini, wistawan tak
lagi kebingungan saat sedang berada di Kota Tua Jakarta.
Dan tentunya, kehadiran tumbuh-tumbuhan di sepanjang
jalan Kota Tua memberikan perubahan baru. Kiranya wajib, tempat ini dibenahi
dari segala sisi, agar nantinya memunculkan kesan yang indah, aman dan nyaman
saat dikunjungi oleh para wisatawan domestik dan mancanegara. Selamat datang
Kota Tua, walau tua usianya, namun semangatnya selalu baru dan menyegarkan. ( )
| Situasi trotoar jalan sebelum ditanami tumbuh-tumbuhan, Sabtu (26/10/2013). Saat malam hari tempat ini ramai untuk tempat tongkrongan. (photo by budi susilo) |
| Situasi trotoar jalan sebelum ditanami tumbuh-tumbuhan, Sabtu (26/10/2013). Sebelum ditanam tumbuhan tampak gersang dan berdebu. (photo by budi susilo) |
| Situasi trotoar jalan setelah ditanami tumbuh-tumbuhan, sabtu (16/11./2013). Sekarang tampak terlihat segar dan indah. (photo by budi susilo) |
Komentar
Posting Komentar