PUTRI
Putri
TIBA-tiba
kenegaraan ini dikagetkan dengan sosok bernama bunda putri yang dugaannya,
terkait dengan orang nomor satu di negeri republik bernama Indonesia.
Ini
bermula dari ocehan mantan presiden
partai politik berlambang padi dan bulan sabit di pengadilan tindak pidana
korupsi dalam kasus impor daging sapi yang belakangan ini marak, seramai dengan
dugaan korupsi di tubuh Mahkamah Konstitusi.
Kaitannya
dengan bunda putri, kepala negara pun bereaksi, merespon dengan
bantahan-bantahan yang kesemuanya itu, kata
presiden, dua ribu persen ucapaan bohong.
Dilihat
raut wajah dan kalimat bahasa yang tampak memang berkesan sensitif. Rakyat pun
bingung, ada apa ini sebenarnya, sampai marah-marah begitu di markas
penerbangan, Halim Perdana Kusuma Jakarta.
![]() |
| Dua sosok putri jadi-jadian yang sungguh menyeramkan (photo by budi susilo) |
Presiden
beralasan, untuk menghindari tindakan fitnah, ia punya hak untuk menjelaskan,
sebab dirinya bukan pejabat kecengan.
Bijaknya, sang presiden pun mendoakan, semoga Allah mengampuni dia.
Nah, selain istilah bunda putri, saya
pun juga baru dengar istilah kecengan.
Sebab biasanya itu kacangan bukan kecengan. Soalnya kecengan sendiri, di kamus sehari-hari bahasa pergaulan Indonesia tidak ada. Mungkin bisa jadi istilah kecengan sudah terselip di dalam dunia
pergaulan remaja K-Pop masa kini, yang belum semua orang tahu sih.
Sebagai
orang awam, tentu akan menebak-nebak, siapa itu bunda putri, dari mana asalnya. Sepengetahuan
selama ini, memang sih, nama putri sering disebut-sebut oleh grup band rock ternama
Indonesia, Jamrud Band.
Kata
grup musik asal Cimahi ini, putri itu gadis belia yang baru melek. Tetapi entah,
sekarang ini bagaimana kabarnya, apakah sudah berstatus menjadi bunda atau
janda ? Belum ada yang tahu secara pasti, mungkin saja putri yang disebut
Jamrud itu, sekarang statusnya masih tetap sebagai gadis belia.
Urusan
putri memang tidak terlalu penting bila dibandingkan dengan persoalan kematian
wartawan Udin yang belum ada titik benderang siapa dalangnya, juga kematian
aktivis hak asasi manusia Munir yang selama ini masih berkesan menggantung dan
juga kasus buruh Marsinah.
Bunda
putri ditanggapi serius presiden seolah sebagai persoalan nasional, yang
genting harus segera diselesaikan. Memang ini hak seorang presiden, agar
informasi yang tersebar berimbang, rakyat pun akan mudah menilainya.
Penjelasan
kepala negara itu dapat dibenarkan juga, bahkan mendukung atas upaya yang dilakukan
presiden dalam menguak kebenaran yang sebenarnya.
Meski
kesan yang muncul itu sebenarnya lebih kepada serangan pada diri pribadi
presiden, ketimbang serangan yang merugikan kepentingan nasional. Ouh putri, kau memang telah membuat
galau orang-orang yah. ( )

Komentar
Posting Komentar