INTEGRITAS EMKA ANJLOK
Integritas Mahkamah Konstitusi Anjlok
JELANG
akhir tahun, lembaga negara yang berfungsi sebagai penegak hukum Emka atau
Mahkamah Konstitusi (MK) sedang mengalami sentimen negatif. Integritasnya
anjlok, terjun bebas, warga masyarakat sudah merasa kecewa atas kinerja
hakimnya.
Tentu
saja ini berkaitan erat dengan ditangkapnya Ketua MK, Akil Mochtar oleh Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diduga menerima suap dalam sengketa pemilihan
daerah pada Rabu (2/10/2013) malam.
Saya
pun secara tidak sengaja ketika melintas di depan gedung MK karena berkeinginan
jalan-jalan ke taman tugu Monas, melihat orang-orang berkumpul di gedung MK,
pada Jumat (4/10/2013).
| Warga yang mengatasnamakan rakyat Lebak Banten berunjuk rasa di depan kantor Mahkamah Konstitusi Jakarta, Jumat (4/10/2013) / (photo by budi susilo) |
Dan
ternyata, mereka melakukan protes atas produk hukum yang dikeluarkan MK. Warga
masyarakat yang berasal dari Lebak Banten menggeruduk gedung MK untuk melakukan
demonstrasi mengenai putusan Pilkada ulang di Kabupaten Lebak Banten.
Jumlah
massa yang berjumlah sekitar 100 orang lebih menginginkan adanya penegakan
supermasi hukum di tubuh MK. Mereka beraksi di pelataran gedung MK. Untung saja
tidak sampai membuat kemacetan arus lalu-lintas di depan MK.
Melalui
juru bicara yang juga Sekjen tim pemenangan calon bupati Iti-Ade, Khairul Umam
menjelaskan, keputusan MK yang memutuskan Pilkada ulang di Lebak adalah cacat
hukum.
“Putusan
keluar, esoknya ketua MK ketangkap KPK, dugaan terima suap dari lawan pasangan
kami Iti Octavia Jayabaya dan pasangannya Ade Sumardi,” tegasnya.
Karena
itu ia menginginkan, putusan MK untuk mengulang Pilkada tidak bisa berlaku.
Harus ditinjau ulang karena semua putusan yang dijatuhkan tidak murni karena
hukum, lebih kepada mautan tindakan korup.
“Pilkada
Lebak itu tidak ada yang curang. Berjalan sesuai aturan perundang-undangan dan
tidak ada pelanggaran,” tutur pria berambut pendek ini.
Menurutnya,
lembaga MK harus dibersihkan dari mafia peradilan. Usut tuntas keterlibatan
hakim MK dan mendukung penuh keterbukaan proses pengusutan dan menghukum
seberat-beratnya. “Hakim-hakim yang terlibat suap segera mundur dari
jabatannya,” tegas Umam.
Massa
saat itu ditemui perwakilan dari MK, bernama Heru. Pria yang menggunakan batik
merah ini merasa bahagia karena masih ada yang perhatian terhadap lembaga MK.
Jadi bencana yang menimpa MK jangan dibawa sedih, sebab masih banyak yang
sayang kepada MK. “Kebenaran itu adalah keadilan,” tutur Heru.
Karena
itu, semua aspirasi yang dibawa masyarakat Lebak akan dikomunikasikan ke para
hakim-hakim konstitusi yang ada. “Saya akan sampaikan ini kepada para hakim.
Tidak bisa langsung memutuskan dibatalkan atau dilanjutkan putusan MK tentang
Pilkada di Lebak,” ungkapnya.
Dan
lama tak berselang, aksi pengunjuk rasa pun masih merasa abu-abu. Pegawai MK
yang menemui massa pengunjuk rasa belum memberikan jawaban yang pasti. “Masih
ngambang itu. Jawabannya masih ngambang,” teriak satu di antara demonstran.
Untung
saja massa pun bersabar menunggu dari MK. Dan akhirnya mereka pun balik kanan
untuk pulang ke Lebak kembali. Situasi demonstrasi aman dan terkendali, tidak
sampai berujung pada aksi anarkis.
Saya
pun tetap terus mengikuti perkembangan kabarnya, melalui media massa. Selang
beberapa jam, informasi keluar di media massa online. Inti dari info tersebut
yang di analisis dari lembaga MK sendiri, bahwa keputusan yang dikeluarkan MK
oleh Akil Mochtar tetap bersifat mengikat dan final, tidak bisa diubah.
Tetapi
ada di lain pihak, seperti satu di antaranya pengamat hukum Yuzril Mahendra,
meski keputusan MK itu final dan mengingat, setidaknya produk hukumnya bisa
ditinjau ulang. Pendapat ini ia lontarkan dalam wawancara di beberapa media massa dari Indonesia, Senin (7/10/2013).
Bagi
saya pribadi soal perdebatan dan pendapat hukum yang beragam itu sudah hal biasa.
Yang terpenting semua pendapat yang dikeluarkan berdasarkan pertimbangan
kebenaran dan kebaikan. Karena itu mari kita tunggu saja perkembangan nasib
produk hukum MK Akil Mochtar, apakah tetap dipakai atau tidak. Kita nantikan
saja. ( )
| Hampir ratusan orang menduduki halaman depan gedung Mahkamah Konstitusi, Jumat (4/10/2013) / (photo by budi susilo) |
| Para demonstran mengingingkan penegakan hukum yang benar, Jumat (4/10/2013) / (photo by budi susilo) |
| Masyarakat dari daerah Lebak Banten turun ke jalan melakukan aksi unjuk rasa, Jumat (4/10/2013) / (photo by budi susilo) |
| Setengah hari penuh gedung Mahkamah Konstitusi diduduki para pengunjuk rasa, Jumat (4/10/2013) / (photo by budi susilo) |
| Membentangkan kertas karton sebagai simbol protes atas integritas aparat hakim Mahkamah Konstitusi, Jumat (4/10/2013) / (photo by budi susilo) |
Komentar
Posting Komentar