Minggu, 12 Agustus 2012

MASJID Al IRSYAD Al ISLAMIYYAH GORONTALO

Isinya Tanpa Hiasan Kaligrafi
Oleh: Budi Susilo

SUNGGUH beda interior arsitektur yang dipancarkan oleh Masjid al Irsyad al Islamiyyah Kota Gorontalo. Interior dinding masjid putih bersih, mencitrakan kebersihan yang mengesankan, bagi para jamaah yang datang.

Bukan berarti tidak memiliki modal uang, apalagi ada rasa malas untuk mendesain interior masjid. Tetapi ini sengaja dibuat polos karena ditujukan untuk lebih mengkonsentrasikan ibadah para jamaah. 

Tampak samping Masjid Al Irsyad Al Islamiyyah Kota Gorontalo_budisusilo
Ditemui, Ustad Khalid Walid, pengurus Al Irsyad Al Islamiyyah Kota Gorontalo, menilai, masjid Al Irsyad Al Islamiyyah memang berbeda dengan kondisi masjid pada umumnya yang ada di Gorontalo, bahkan di provinsi-provinsi Indonesia lainnya.

"Jaman nabi dulu, masjid tidak ada desain interior. Tidak pakai gambar-gambar kaligrafi," ujarnya usai sholat tarawih bulan Ramadan di dalam Masjid Al Irsyad Al Islamiyyah, Jumat (3/8/2012)

Bercerita tentang desain corak interior masjid, Khalid menjelaskan, jaman dahulu Rasullulah Muhammad SAW pernah dihadiahi pakaian berdesain warna-warni cerah.

Tapi rupanya Muhammad SAW kala mau pakai baju hadiahnya untuk sholat, ia langsung enggan memakainya, bahkan tanpa ragu-ragu langsung memberikannya lagi ke orang lain.

"Mau pakai baju yang warna-warni beliau jadi konsentrasi ke pakaiannya. Lebih banyak fokus ke pakaian karena desainnya, ia jadi sering banyak bertanya apakah saya sudah pantas pakai pakaian ini," tuturnya, mengutip dari cerita sejarah nabi Muhammad.

Dari sejarah inilah, kemudian Masjid Al Irsyad Al Islamiyyah tidak pakai pola-pola warna dan hiasan kaligrafi. "Nanti kita mau sholat jadi gak khusuk. Ada orang mau ceramah gak konsentrasi karena lihat desain-desain masjid," kata Khalid.

Lagi pula tambahnya, tulisan-tulisan Quran itu bukan untuk diagung-agungkan hingga harus dituliskan di dinding masjid dalam bentuk seni kaligrafi.

"Kita tidak boleh mengagungkan kaligrafi. Kalau sampai agungkan kaligrafi, berarti kita telah jauh dari tuntunan nabi," tuturnya yang merupakan mahasiswa Universitas Madinah ini.

Interior Masjid Al Irsyad Al Islamiyyah Kota Gorontalo tanpa hiasan kaligrafi_budisusilo
Keberadaan Masjid Al Irsyad Al Islamiyyah di Kota Gorontalo terbilang baru. Didirikan pada 8 Juni 2012, persis di hari Jumat yang berada di atas lahan 1800 meter persegi.

Tanah Masjid Al Irsyad Al Islamiyyah Kota Gorontalo berada di Jalan Mohammad Yamin, Kelurahan Limba, Kecamatan Kota Selatan merupakan hasil wakaf dari Muhsin Zubaidi atas prakarsa H Ali Baladraf, tokoh agama Al Irsyad asal Gorontalo.

Dilihat sisi tampilan desain, masjid ini mengambil adposi dari gaya dari berbagai negara, mengkawinkan tiga negara agar terlihat bagus mempesona.

Sebagaimana pengakuan dari Ketua Taqmirul Masjid Al Irsyad Al Islamiyyah, Salim Zubaidi, bahwa, gaya bangunannya mengadopsi dari berbagai negara Timur Tengah dan Nusantara Indonesia. "Masjid terinspirasi dari model Turki, Jordania, dan Indonesia," urainya yang saat itu mengenakan baju koko putih.

Lihatlah bagian luar masjid, kata Salim, gaya lebih menonjolkan seni arsitektur negara Turki. Ciri khas ini dapat dikenali dari kubahnya yang berjumlah lebih dari satu, yakni satu kubah besar sisa tiga kubah kecil.

Kesemua kubah tersebut berwana kuning emas layaknya masjid Nabawi, satu kubah kecil di bagian depan masjid, sisa duanya dibagian belakang sedangkan kubah besar berada di bagian tengah masjid. "Kalau Turki masjid punya kubah satu yang besar juga ditambah kubah-kubah yang lain dengan ukuran lebih kecil," ungkapnya.

Selanjutnya, inspirasi Jordania dapat dilihat dari jendela masjid yang penuh lekukan-lekukan dengan tanpa tertutup, namun berventilasi lubang-lubang. "Cahaya bisa masuk ke dalam masjid. Udaraya juga bisa bebas keluar masuk, tidak hampa," katanya.

Sementara untuk gaya Indonesia dilihat dari daun-daun pintu masjid, kemudian mimbar masjid yang terbuat dari kayu memilih model khas Indonesia.

"Bahan-bahan materialnya semua dibuat di Gorontalo. Tidak mengambil dari luar," tutur Salim yang juga merupakan pengusaha fashion di Kota Gorontalo ini.

Tampak depan Masjid Al Irsyad Al Islamiyyah Kota Gorontalo_budisusilo
 Meski terbilang baru, Masjid Al Irsyad Al Islamiyyah sudah banyak dikunjungi kaum muslim dari dan luar Gorontalo. Termasuk Syekh Ibrahim Al Harbi dan Sykeh Arif As Suhami yang keduanya merupakan dari Arab Saudi dan juga sebagai dosen Umul Quro Mekkah.

Kedatangan tokoh dakwah internasional tersebut memberikan wawasan keislaman di Masjid Al Irsyad Al Islamiyyah. Seperti memberikan dakwah mengenai Tauhid Islam, tarikh tasrih perjalanan nabi, serta pelajaran mengenai bacaan Al Quran.

Pengambilan nama masjid memakai Al Irsyad Al Islamiyyah sepertinya masih sementara. Sebab menurut Salim, Al Irsyad Al Islamiyah itu lebih populer disebut nama organisasi Keislaman.

"Kami ambil namanya Al Irsyad Al Islamiyyah karena penggiatnya semua orang-orang organisasi Al Irsyad Al Islamiyah," urainya yang saat itu mengenakan kopiah putih.

Sekedar mengingatkan, mengutip dari website PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah: www.alirsyad.org, sejarah singkat Perhimpunan Al-Irsyad Al-Islamiyyah (Jam’iyat al-Islah wal Irsyad al-Islamiyyah) itu berdiri pada 6 September 1914 (15 Syawwal 1332 H).

Tanggal itu mengacu pada pendirian Madrasah Al-Irsyad Al-Islamiyyah yang pertama, di Jakarta. Pengakuan hukumnya sendiri baru dikeluarkan pemerintah Kolonial Belanda pada 11 Agustus 1915.

Tokoh sentral pendirian Al-Irsyad adalah Al-’Alamah Syeikh Ahmad Surkati Al-Anshori, seorang ulama besar Mekkah yang berasal dari Sudan.

Pada mulanya Syekh Surkati datang ke Indonesia atas permintaan perkumpulan Jami’at Khair -yang mayoritas anggota pengurusnya terdiri dari orang-orang Indonesia keturunan Arab golongan sayyid, dan berdiri pada 1905.

Tetapi, kata Salim, tidak tertutup kemungkinan suatu saat nanti, bisa saja masjid Al Irsyad Al Islamiyyah di Kota Gorontalo akan berganti nama, sudah tidak memakai dan membawa-bawa nama organisasi agar lebih sifatnya umum. "Mungkin nanti nama akan diganti tapi tidak tahu kapan, kami belum lagi bicarakan hal ini," ungkap pria kelahiran 8 Juni 1969 ini. ( )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar