Kamis, 18 April 2013

PANTAI POHON CINTA GORONTALO

Mengambil Kisah Asmara 
Pria dan Wanita 
Oleh: Budi Susilo
 
Panas terik matahari menerpa Kabupaten Pohuwato. Cuaca bersahabat ini sangat asik untuk menikmati panorama alam Pantai Pohon Cinta, yang telah dikenal luas di penjuru tanah Panua, Minggu (14/4/2013).

Posisi geografis Pantai Pohon Cinta berada di Desa Pohuwato Timur, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Memang lokasinya terbilang jauh dari pusat Kota Gorontalo.

Untuk mencapai pantai ini, membutuhkan waktu sekitar tiga jam melalui jalur darat dari Kota Gorontalo dengan melewati dua kabupaten, yakni Gorontalo dan Boalemo.

Pohon rindang di Pantai Pohon Cinta Pohuwato, Minggu (14/4/2013)_budisusilo

Tidak seperti daerah yang masih perawan sepi sunyi, Pantai Pohon Cinta sudah ramai dikunjungi banyak orang dari berbagai daerah. Sebagai pendukungnya, juga berdiri beberapa restoran kuliner makanan ringan dan menu nasi campur.

Selain itu, di pinggiran pantai pun dilengkapi taman bermain untuk lokasi tongkrongan bagi pengunjung. Namun, keberadaan taman ini masih dalam proses penyempurnaan. 

Ditemui, di sebuah restoran kuliner Pantai Pohon Cinta, Rusman Poha (43), warga setempat mengatakan, pantai dapat dikunjungi warga umum tanpa dipungut biaya sepeser pun. 

“Sudah banyak orang yang datang kesini. Orang-orang bule (wisatawan mancanegara) juga pernah ada yang datang,” ujar pria yang kini juga menjabat sebagai Humas Sekertaris Daerah Kabupten Pohuwato.

Dua bocah lelaki dan perempuan berenang di Pantai Pohon Cinta, Minggu (14/4/2013)_budisusilo

Katanya, Pantai Pohon Cinta diminati banyak orang, termasuk untuk wisata menyelam. Pantai ini menyimpan keindahan bawah laut, terumbu karangnya dapat membuat decak kagum bagi yang memandanginya.

“Pak Bupati biasanya sering sekali menyelam disini. Kadang juga bule-bule ikut menyelam disini,” ungkap Poha, pria kelahiran Marisa ini.

Asesoris keindahan pantai ini dilengkapi oleh penampakan pulau di seberang. Pulau ini bernama Pulau Lahe. Dari bibir Pantai Pohon Cinta, pulau dapat dipandangi oleh mata telanjang, putihnya daratan pulau hingga rimbunan hijau pepohonan memberikan kesan yang nikmat, bagai melihat surga dunia.

Cikal-bakal pohon yang menjadi nama pantai, Minggu (14/4/2013)_budisusilo

Bagi warga setempat, tutur Poha, penamaan Pulau Lahe sudah sejak lama ada. Warga telah terbiasa mengenal pulau itu dengan sebutan Pulau Lahe. Kenapa diberi nama Lahe bagi Poha, belum tahu persis ceritanya. 

“Lahe itu bahasa Gorontalo. Kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti rebus,” ujar pria kelahiran 15 Mei 1969.

Goyangan ombak Pantai Pohon Cinta memberikan gairah hidup. Tiupan angin sepoi-sepoi pantai menambah gelora rasa bahagia. Menginjak pasir Pantai Pohon Cinta yang melimpah ruah, hasilkan keintiman hangat kita pada bumi Panua, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.

Itulah atmosfir yang dimiliki oleh Pantai Pohon Cinta Pohuwato. Penaman Pohon Cinta dilatarbelakangi situasi keberadaan pohon rindang yang hidup di bibir pantai.

Dahulu kala, ungkap Poha, orang-orang setempat ,sepasang pria dan wanita berkencan atau pacaran di pantai, memilih berteduh di bawah pohon-pohon yang hidup di pinggir pantai. 

“Sudah dikenal untuk tempat kencan. Makanya orang-orang mengenalnya dengan pantai Pohon Cinta,” ujarnya.

Berfoto ria di Pohon Cinta Pohuwato Provinsi Gorontalo, Minggu (14/4/2013)_jusufolii

Sebab, mereka muda-mudi di desa ini, ingin melewati masa romantis dan menyatakan cinta pada pujaan hatinya, dijamin cintanya bersemi di pantai ini. Atau hanya sekedar bersantai berdua mesra, kesan bermakna indah tentu tak akan terlupakan, selalu terpancarkan dalam hati sanubari pada kedua pasangan.  

Sekarang, sisa-sisa pohon dimaksud masih ada meski daun-daunnya telah gugur. Pohon hanya menyisakan batang-batang kering yang terdampar di pinggir pantai. Namun untung saja, di sisi bagian barat pantai, tumbuh generasi pohon serupa yang mirip pohon beringin, tegap berdiri, dirimbuni dedaunan hijau.

Bagi yang penasaran, datangi saja langsung Pantai Pohon Cinta Pohuwato. Lokasinya tidak jauh dari gapura perbatasan antara Kabupaten Boalemo dengan Kabupaten Pohuwato, hanya butuh sekitar 30 menit melalui jalur darat. ( )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar