Postingan

TIDAK KULIAH MAMPU CIPTAKAN MESIN PARUT SAGU

Gambar
Tidak Kuliah Mampu Ciptakan Mesin Parut Sagu Belum lama ini, saya pernah berkunjung ke pameran Teknologi Tepat Guna di Kota Balikpapan, pada Rabu 20 Juli 2016 siang. Momen ini mempertemukan saya dengan seorang pria lajang, yang berpenampilan biasa, tidak bergaya pakaian bak selebriti yang tampil glamor mengkilap. ORANG yang dimaksud ialah Jumardin, yang lahir di Desa Pasir Belongkang. Di balik penampilannya yang sederhana hanya mengenakan kemeja batik corak khas Kalimantan dengan kulit tubuh yang gelap, orang ini tidak terlihat sebagai orang penting layaknya pejabat daerah. Padahal, Jumardin ini adalah seorang inovator teknologi tepat guna di desanya. Berkat kerja cerdasnya, warga desa terbantu oleh mesin hasil ciptaannya yang diberi nama Padaidi, yang artinya Sama Saya, dengan maksud alat itu diciptakan oleh Jumaridn. Alat yang dibuatnya adalah mesin parut dan penyaring sagu.

SEKALI SEUMUR HIDUP

Gambar
Sekali Seumur Hidup Diciptakan oleh Tuhan berupa pria dan wanita mengikat cinta wujudkan bahtera

MEMBELAI MERIAM MARKONI

Gambar
  Membelai Meriam Markoni Zaman Jepang Siang tengah hari yang bolong, saya berkelana sendiri tanpa tujuan yang jelas menggunakan sepeda motor matik dari negeri Jepang. Sud ah terbiasa menjomblo sejak lahir sampai kini, jalan sendiri itu sudah tr adisi . Trek perjalanan bermula dari Kampung Wonorejo kemudian tiba-tiba mengarah ke kawasan Markoni, Kelurahan Damai, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, AWALNYA saya hanya iseng-iseng. Saya melihat ada sebuah jalan yang bagi saya asing, belum pernah dilewati selama saya tinggal di Kota Balikpapan selama enam bulan ini. Tidak diduga bisa sampai menyasar ke lokasi bekas peninggalan perang zaman jajahan negeri matahari terbit, berupa senjata meriam. Saya sempat temukan informasi sisa perang dunia kedua ini ketika tiba di daerah Markoni Atas. Ada sebuah papan petunjuk yang menyebut berjarak sekitar 350 meter ke arah atas ada sebuah meriam Jepang Markoni , pada Senin 15 Agustus 2016 sian...

AKU PETUA

Gambar
Aku Petua Sekalian semua habis Pemuda itu munculah kemudian Petua

MAKAN DITUNDA DEMI MELAYANI WARGA

Gambar
Makan pun Ditunda demi Melayani Warga Ratusan warga duduk di ruang tunggu antrian pendataan dan perekaman kependudukan untuk Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E KTP) di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Balikpapan, pada Kamis 25 Agustus 2016. Antiran panjang ini dilayani oleh tiga orang petugas perekaman data kependudukan. SEJAK pagi, pengamatan Tribun , ketiga petugas itu sudah sibuk melayani warga dari berbagai kalangan, baik itu tua, muda, pria maupun perempuan. Belakangan ini, Disdukcapil selalu dipenuhi warga yang berbondong-bondong mengurus E KTP. Satu di antaranya, Diro Trihari Wibowo, petugas perekaman data E KTP yang bertubuh tambun ini, mejanya tidak pernah sepi pengunjung. Setiap ada warga yang sudah selesai dilayani, langsung tidak sampai dua menit datang lagi pengunjung lainnya untuk dimintai perekaman kependudukan.

MENGHANCURKAN

Gambar
Crushing Cigarettes   Bersemangat menghancurkan dengan pukulan tangan bertenaga dahsyat

PESONA INDONESIA PANTAI LAMARU YANG ABIRUPA

Gambar
Pesona Indonesia Pantai Lamaru yang Abirupa Menyelam sambil minum air. Inilah pepatah yang saya terapkan, saat melakukan perjalanan menggunakan sepeda motor dari pusat kota ke daerah pelosok Pondok Pesantren Hidayatullah, Gunung Tembak, Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), pada Kamis 18 Agustus 2016 pagi. SAYA yang berperan sebagai jurnalis, ke tempat itu melakukan peliputan presmian penerapan teknologi Layanan Keuangan Digital , yang diterapkan untuk pertama kalinya di ponpes ternama di Kaltim. Menariknya selama dalam perjalanan berangkat, saya pun melintasi sebuah kawasan wisata pantai, yang disebut Pantai Lamaru. Ide langsung muncul, saya tidak mampir ke pantai terlebih dahulu. Nanti saja usai liputan di Ponpes barulah kunjungi pantainya. Penasaran juga. Soalnya belum pernah kunjungai pantainya. Dari luar pintu masuk terlihat bersih, indah cantik dan asri.