Postingan

SABU BULUNGAN

Gambar
Midi Mengaduk Sabunya   Menjelang sore, saat hujan rintik membasahi perkotaan Tanjung Selor, Reskrim Narkoba Polres Bulungan melakukan pemusnahan barang bukti sabu-sabu seberat 15,85 gram dalam kasus kepemil ikan narkoba . PERKARA itu adalah atas nama tersangka Kasmidi alias Midi, yang diduga memiliki barang haram, dihadirkan langsung untuk menjadi saksi pemusnahan sabu. Midi saat itu mengenakan seragam tahanan warna orange. Tersangka ini ditangkap pada 3 Januari tahun lalu di Jalan Sengkawit, Gang Pantasi, Kelurahan Tanjung Selor Hilir, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara.  Acara pemusnahan digelar di dalam ruangan, Reskrim Narkoba, Mapolres Bulungan, Jalan Agatis Tanjung Selor, pada Kamis 28 Januari 2016. Pengamatan saya, hadir saat itu Kepala Dinas Keshatan Bulungan, Aryani Arsyad dan Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Tanjung Selor, Adi Idris.

DESA METUN SAJAU KALIMANTAN UTARA 2

Gambar
Usai Panen Ditanam Jagung dan Kedelai Pagi itu, hujan gerimis menggerayangi Desa Metun Sajau, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, pada Selasa 26 Januari 2016. Cuaca yang sendu ini menjadi saksi sejarah petani desa yang sedang memasuki masa panen raya, padi ladang seluas 50 hektar. PEMERINTAH desa merayakannya secara sederhana, membangun tenda kecil dilengkapi dengan makanan-makanan rebus hasil bumi Desa Metun Sajau, seperti di antaranya kacang tanah, singkong, dan beras ketan.   Di tenda mini itu, berkumpul petani-petani dan para pejabat teras yang ikut hadir di antaranya Penjabat Bupati Bulungan Syaiful Herman, Dandim 0903 Tanjung Selor Letkol Infantri Gema Repelita, dan Komandan Pos TNI Angkatan Laut Tanjung Selor, Lettu Laut D.U Tarigan.

RELAWAN DI PENAMPUNGAN BEKAS GAFATAR

Gambar
Pengungsi Membantu Memasak dan Memberi Sayur Kesibukan para relawan di tempat pengungsian orang-orang bekas pengikut Gafatar tak pernah surut. Aktivitasnya masih terpacu untuk melayani para pengungsi, Selasa 26 Januari 2016. Keberadaan para relawan ini sangat dibutuhkan para pengungsi, terutama dalam pemenuhan kebutuhan pangan dan kesehatan. MEREKA para relawan yang sudah tiga hari mengabdi kepada pengungsi yang ditempatkan di pendopo Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bulungan, Jalan Cendrawasih, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. Satu di antaranya Rina Lesmana, 40 tahun. Ibu beranak satu ini bersama relawan-relawan yang lain mesti bertanggungjawab memenuhi kebutuhan pangan para pengungsi. “Masak untuk makan pagi, makan siang, dan makan malam,” urainya.

DESA METUN SAJAU KALIMANTAN UTARA

Gambar
Menginjak Sajau Melihat Panen Pagi itu awan mendung terlukis di langit Tanjung Selor Provinsi Kalimantan Utara. Rencana menuju ke Desa Metun Sajau tidak hilang dalam agenda keseharian. Saya tetap jalan-jalan, pergi ke desa yang masih asri ini, pada Selasa 26 Januari 2016. DESA yang terbentuk sekitar tahun 1982 ini sedang memasuki masa panen padi ladang. Inilah kesempatan pertama kalinya saya melihat pesta panen padi di Desa Metun Sajau, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Menuju ke Desa Metun Sajau, ditempuh melalui jalur darat, menggunakan kendaraan roda empat. Dimulai dari kantor Bupati Bulungan, Jalan Jelarai, Tanjung Selor, butuh waktu sekitar 88 menit. Saya berangkat dari jam 08.33 Wita, tiba di lokasi desa pada pukul 09.20 Wita.

DESA BUNAU | SEKATAK | KALTARA

Gambar
Sungai Sudah Keruh  Suasana Lebih Bising Masyarakat desa yang berada dalam wilayah Kecamatan Sekatak mulai merasakan dampak praktik pertambangan emas ilegal. Desa-desa yang berada dekat dengan kawasan pertambangan liar ini tidak lagi bisa merasakan suasana desa yang seperti dahulu kala. SATU di antaranya di Desa Bunau Kecamatan Sekatak, warga yang bertempat tinggal di desa ini mulai mengalami kesulitan mencari sumber air bersih. Kepala Desa Bunau, Kuspin, mengungkapkan, sebelum adanya praktik tambang emas ilegal, warga desa mudah mendapat aliran sungai yang bersih.

TIAS KALIMANTAN UTARA

Gambar
Ketika Santri di Pelosok Pergi ke Kota Lokasi yang jauh dari perkotaan tidak menghalangi mengikuti kegiatan wisuda di perkotaan Tanjung Selor. Gelora semangat berpendidikan dikobarkan meski harus menyeberangi perairan sungai. Semangat pepatah tuntutlah ilmu sampai ke negeri Tiongkok dipraktikan dalam kehidupan. ITULAH peristiwa yang tergambar dari warga Kampung Tias saat menghadiri wisuda santri yang digelar Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) wilayah Kabupaten Bulungan. Satu di antaranya santri dari Kampung Nelayan Tias. Ketika ditemui, Siti Hafizah, guru Taman Pendidik Al Quran (TPA) Al Hidayah, Kampung Tias, sengaja datang berkunjung ke Tanjung Selor bersama 25 anak didik untuk di wisuda.

CERITA DESA PERBATASAN KALTARA

Gambar
Adik Ipar Firman Memilih Malaysia Kehidupan masyarakat perdesaan yang ada di perbatasan seperti Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) masih mengalami keterbatasan. Ketersediaan fasilitas publik dinilai masih minim. Hal ini membuat beberapa warga desa menggantungkan diri pada fasilitas yang tersedia di negara tetangga. SEPERTI halnya, Firman Latif, Kepala Desa Balan Siku, Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan belum lama ini mengantar adik iparnya ke rumah sakit yang ada di Malaysia karena dianggap terdekat dan terlengkap. “Sebulan lalu adik saya patah tangan. Puskesmas di desa kami tidak bisa tangani. Lalu puskesmas merujuk ke rumah sakit yang ada di pusat kota Nunukan,” ungkapnya di aula Serba Guna kantor Gubernur Kaltara, Jalan Kolonel Soetadji, Tanjung Selor, Selasa 19 Januari 2016 malam.