Postingan

KAPSUL WAKTU KALIMANTAN UTARA 2

Gambar
Menara dan Robocop   Urun rembug Kapsul Waktu digelar di ruang Serba Guna kantor Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) pada Rabu 28 Oktober 2015. Masing-masing individu, yang sebagian besar para orang tua, menyatakan mimpinya pada kemajuan daerah Kaltara di masa mendatang tahun 2085. CITA-cita mereka tidak terlepas dari pemantapan infrastruktur jalan, jembatan, dan kemajuan ekonomi pertanian, daulat energi, serta lestarinya budaya lokal dan kuatnya Kebhinekaan. Harapan seperti ini sudah biasa, hal yang sifatnya bernilai jangka pendek, bukan jauh ke depan di tahun 2085. Soal pelestarian budaya dan membumikan paham Kebhinekaan sudah terwujud, tidak perlu lagi di cita-citakan, sekarang tinggal hanya perlu disuburkan lagi secara maksimal.

KAPSUL WAKTU KALIMANTAN UTARA

Gambar
Nurdin Rasakan Jalan yang Gelap dan Rusak Saat pagelaran tarian adat Tidung, yang dipentaskan di halaman depan kantor Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Muhammad Nurdin, 37 tahun, ternyata lebih memilih duduk menjauh bersama rekan-rekannya, di areal parkiran mobil, pada Kamis 29 Oktober 2015 pagi. “Lagi istirahat. Lumayan lelah sejak pagi buta sudah bawa mobil dari perbatasan,” ungkapnya ketika ditemui oleh Tribun , yang saat itu dia mengenakan topi putih dan berjaket merah. Nurdin ialah satu diantara supir tim ekspedisi Kapsul Waktu tahun 2085, pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla. “Ini pengalaman saya pertama kalinya. Saya belum pernah menjelajah daratatan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara,” katanya.

KAPSUL WAKTU BULUNGAN

Gambar
Padi Saja Belum Pantas Disebut Food Estate Momen rangkaian Ekspedisi Kapsul Waktu tahun 2085 di Kalimantan Utara (Kaltara), Penjabat Bupati Bulungan, Syaiful Herman, menyampaikan cita-citanya bagi daerah Kabupaten Bulungan, Provinsi Kaltara. YAKNI ingin menjadikan Bulungan sebagai food state dan daerah yang dikenal sebagai lumbung energi. Hal ini dia sampaikan saat menghadiri Urun Rembug, Harapan dan Cita-cita Masyarakat Kalimantan Utara di aula Serba Guna kantor Gubernur Kaltara, pada Rabu 28 Oktober 2015. Menggunakan jas safari, Syaiful menjelaskan, selama ini Kabupaten Bulungan masih belum dikatakan sebagai food estate atau lumbung pangan . Lahan yang tergarap sekarang masih sebatas tumbuhan padi, belum beragam tanaman pertanian.

SUMPAH PEMUDA KALIMANTAN UTARA

Gambar
Di Bawah Payung Langit Mendung Saat gumpalan langit hitam memayungi lapangan Agatis Tanjung Selor, Penjabat Gubernur Kalimantan Utara, Triyono Budi Sasongko keluar dari area pendopo, meninggalkan istri dan tamu-tamu upacara lainnya. DIA dipersilahkan maju ke tengah lapangan untuk memberikan pidato amanat peringatan hari Sumpah Pemuda yang diberi tajuk Semangat Revolusi Mental, pada Rabu 28 Oktober 2015.   Atmosifr pagi itu sedang mendung dan langit tak menurunkan rintik hujan. Sebagian lapangan pun, dihiasi titik-titik genangan air hujan bekas semalam. Namun, pantauan kala itu, seremonial tersebut tetap berjalan dengan khidmat.

KETIKA PEMUDA BERSUMPAH

Gambar
Ketika Pemuda Bersumpah Memperingati Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, ramai dilakukan dimana-mana. Tidak pernah bosan setiap tahun selalu mengenang momennya, termasuk di lingkungan pemerintahan daerah, dibela-bela sampai ada gelaran upacara. SELURUH muda-mudi Indonesia, apalagi yang pernah duduk di bangku sekolah pendidikan formal, mengetahui cerita peristiwa sejarah itu. Tetapi belum tentu juga hapal akan isi Sumpah Pemuda yang penuh dengan makna filosofis. Orang bijak mengajarkan, mengingat sejarah Sumpah Pemuda bukan sekedar mengangkat rekaman masa lalu. Lebih dari ini, pesan dan makna Sumpah Pemuda yang berprinsip pada persatuan kebangsaan Indonesia mesti dipahami dan dipraktikkan di kehidupan sehari-hari.

BELAIAN SINAR FAJAR

Gambar
Belaian Sinar Fajar Sudah hampir seminggu, lama tak melihat bulatan matahari pagi. Tetapi kala itu, Selasa 27 Oktober 2015, senyum sumringah sang fajar menyapa alam Rambai Padi, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. TERBANGUN dari ranjang matras hijau, kedua bola mata melihat eloknya mentari pagi di kejauhan. Terang hangat, matahari memberi kehidupan bagi pohon-pohon, manusia, dan hewan. Lapisan langkit terpancar biru, terlukis juga sedikit awan yang menyerupai kapas-kapas putih. Kolam mini depan rumah, yang dihuni berbagai binatang dan tumbuhan air, ikut bergembira. Puluhan ikan-ikan berusia balita berenang bebas, menjelajah kolam yang digenangi air hujan deras tadi malam.

BAHASA TUBUH HUGES

Gambar
Banyak yang Mencuri Kesempatan Photo Sore itu, pada Senin 26 Oktober 2015, di ruang serba guna kantor Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) kedatangan tamu spesial, yakni Desak Made Hugeshia Dewi, atau yang sering disapa Dewi Huges. WANITA yang dikenal selebriti televisi itu memberikan ilmu pengasuhan anak dalam acara seminar yang diselenggarakan Badan Pemberdayaan Perempuan Kaltara dengan tajuk “Komunikasi Efektif dalam Pengasuhan.” Pantauan Tribun , hampir ada ratusan orang menyemuti ruang serba guna itu, demi menyaksikan presentasi Dewi Huges. Sebagian besar, mereka yang hadir itu adalah kaum perempuan, yang berkarir sebagai guru Taman Kanak-kanak dan pendidikan formal Sekolah Dasar.