MANADO DINAMIS

Manado Dinamis !

Spirit baru Kawanua. Yah, inilah yang terjadi pada Kota Manado, di ibu kota provinsi Sulawesi Utara. Dari hari ke hari, kota ini terus mengalami perkembangan. Sisi urbanitas sungguh tampak dinamis.

Pasalnya, perbandingan sejak tahun 2009  kota Tinituan, julukan untuk Manado ini tidak seramai seperti sekarang ini di tahun 2013. Dulu itu jumlah kendaraan bermotor tidak membludak, masih sedikit, jarang sekali temui arus lalu-lintas macet padat merayap. 

Sekarang, di beberapa titik jalan utama Kota Manado bergairah dinamis. Di sepanjang Boulevard, Jalan Sam Ratulangi, atau juga Jalan Kairagi kini telah jadi langganan macet lalu-lintas.

Yang jadi pekerjaan rumah pemerintah kota adalah sediakan transportasi publik yang layak dan terjangkau. Supaya tidak ada macet, polusi udara, dan kesemerawutan disaat jam-jam sibuk kerja. 

Ini penting dilakukan agar Kota Manado yang bercita-cita menuju kota pariwisata dapat terwujud, sebab kenyamanan dan keamanan perkotaan itu bagian terpenting dalam elemen kota pariwisata. 

Bentuk konkrit yang sudah dilakukan untuk awalnya adalah pembangunan trotoar atau pedestarian pejalan kaki sepanjang jalan kawasan bisnis Boulevard.

Meski belum maksimal penggarapannya, tentu ini perlu kita apresiasi, karena pemerintah kota telah berani memulai menggarap jalur pedestarian, sebagai penunjang kota pariwisata yang aman tertib, indah dan menyenangkan. 

Suasana di kawasan rumah sakit Siloam Kota Manado di Jalan Sam Ratulangi, pada Minggu 20 Januari 2013 (photo by jongfajar kelana)

Kini, di Kota Manado sudah terdapat Rumah Sakit (RS) berstandar internasional, yang muncul di awal tahun 2012. Lokasinya yang berada di deretan ruko-ruko perbelanjaan dan IT Center membuat tempat ini tidak seperti layaknya rumah sakit tetapi mirip perhotelan, tampak bersih, lux, nyaman dan aman.

Wajar saja, RS Siloam ini menawarkan jasa kesehatan berbeda dengan rumah sakit lainnya, karena tujuan awal dibangun tempat ini atas dasar membuat atmosfir positif, datang ke rumah sakit bukan tambah sakit tapi langsung terhibur, sehat, dan penuh keceriaan. 

Jadi bagi yang memiliki uang melimpah bisa pakai jasa RS Siloam ini, tak perlu lagi harus jauh-jauh pergi ke luar negeri. Dan ditekankan untuk soal ini, orang miskin pun dilarang sakit.

Manado sejuta cerita, kota berkembang menyerupai kota Hongkong. Bila malam hari dilihat dari kejauhan, persis berada di pinggir pantai, Kota Manado bermandikan cahaya lampu warna-warni, penuh eksotis. 

Terlebih lagi, pusat perbelanjaan besar-besar telah menjamur, sarang kuliner dan fashion maju pesat, dan tentu ini ekses dari mulai bertambahnya jumlah penduduk di kota ini. 

Suasana Minggu pagi 20 Januari 2013 di Jalan Sam Ratulangi Kota Manado yang lengang. Hari Minggu pagi tidak seperti hari biasanya, liburan Minggu jalanan lengang sepi dari sejumlah kendaraan bermotor (photo by jongfajar kelana)

Kapan lagi ada event internasional seperti Sail Bunaken, World Ocean Conference yang jadi pemicu Kota Manado mendadak dikenal warga masyarakat internasional.

Jangan lagi Kota Manado itu hanya dikenal Bunaken-nya saja, tapi secara menyeluruh Kota Manado diketahui khalayak luas, memiliki brand yang melekat di warga masyarakat nasional dan internasional. 

Terlepas dari berubahnya Kota Manado menjadi daerah urban yang penuh dinamika, satu hal yang tidak bisa dilupakan adalah prinsip hidup dari seorang pahlawan nasional dari Sulawesi Utara, Sam Ratulangi yang jauh-jauh hari telah menegaskan pola hidup yang saling memberi, kasih sayang penuh cinta. 

Kata ia, “Memanusiakan manusia,” jangan saling memakan, menghancurkan satu sama lain, hidup berdampingan harmonis, bersama-sama membangun kebaikan. ( )

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DATANG KE DATAH BILANG, PRESIDEN SOEHARTO PUN PERNAH

PRASASTI KALASAN YOGYAKARTA

MACACA NIGRA PRIMATA SEMENANJUNG MINAHASA I