Postingan

LULUSAN SMP RAIH GELAR "PROFESOR"

Gambar
Pembuat Mesin Gilingan Padi 112 Kali Slamet Gagal Buat Mesin   Oleh: Budi Susilo Siang itu, Jumat (15/12/12), Slamet Jafar (50) mengendarai mobil bak terbuka putih dari kediamannya menuju ke bengkelnya, bernama Gilingan California.  Jaraknya tidak jauh, meluncur dari rumahnya ke bengkel mesin penggilingan padinya, hanya ditempuh sekitar 10 menit.   Alamat bengkelnya berada dibilangan Jalan Rajawali, Desa Sidomulyo Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Berhari-hari, bila dia suka, selalu berada dibengkel penggilingan padinya. Walau tidak mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi, bapak dua anak ini memiliki keunggulan berpikir, inovatif dan kreatif.  Buktinya, pria kelahiran 29 Desember 1962 ini telah mampu menciptakan alat penggilingan huller padi yang mampu menghasilkan lebih dari produk alat-alat penggilingan bermerk. Tak heran, warga setempat di desanya, menyebut Slamet dengan sebutan Pak Profesor.  ...

MANADO DINAMIS

Gambar
Manado Dinamis ! Spirit baru Kawanua. Yah, inilah yang terjadi pada Kota Manado, di ibu kota provinsi Sulawesi Utara. Dari hari ke hari, kota ini terus mengalami perkembangan. Sisi urbanitas sungguh tampak dinamis. Pasalnya, perbandingan sejak tahun 2009   kota Tinituan, julukan untuk Manado ini tidak seramai seperti sekarang ini di tahun 2013. Dulu itu jumlah kendaraan bermotor tidak membludak, masih sedikit, jarang sekali temui arus lalu-lintas macet padat merayap.  Sekarang, di beberapa titik jalan utama Kota Manado bergairah dinamis. Di sepanjang Boulevard, Jalan Sam Ratulangi, atau juga Jalan Kairagi kini telah jadi langganan macet lalu-lintas.

MUSIM KEMARAU PANJANG MATA AIR BUTU MENGALIR

Gambar
Musim Kemarau Panjang  Mata Air Butu Mengalir Oleh: Budi Susilo Cuaca Lekobalo Kota Gorontalo siang itu mendung, langit sudah agak gelap pertanda akan turun hujan, Sabtu (22/12/12). Tapi Inang Mahmud (36), ibu rumah tangga, masih sibuk menuruni anak tangga sambil menenteng satu ember hitam berisi pakaian kotor, menuju mata air Butu yang ada di dataran rendah. Bagi warga setempat, lokasi mata air Butu yang ada di alamat Kelurahan Lekobalo Kecamatan Kota Baru, Kotamadya Gorontalo, Provinsi Gorontalo dianggap seperti jantung kehidupan masyarakat karena menyediakan sumber mata air yang murni, jernih, aman dan berkualitas.  “Mau cuci baju disni. Tiap hari cuci baju disini,” kata Inang sambil berjalan kaki mendekati sumber mata air Butu. Setiap harinya, bila memungkinkan, Inang melakukan rutinitasnya di mata air Butu. Katanya, keberadaan mata air Butu itu bagai surga dunia Lekobalo, kehidupan jadi lebih hidup, nasib kelanjutan riwayat hidupnya bergantung se...

KEBODOHAN PERS GORONTALO

Gambar
Kebodohan Pers Gorontalo Oleh : Budi Susilo Jauh-jauh hari, Bill Kovach dalam Sembilan Elemen Jurnalisme telah mendendangkan ke khalayak luas akan peran media masa yang harus menjadi sarana pencari kebenaran dan   forum bagi publik untuk saling-kritik dan menemukan kompromi .  Yang jadi pertanyaan sekarang, apakah media masa sekarang ini sudah melaksanakan apa yang dimaksud oleh Bill Kovach tersebut ? atau malah sebaliknya, mengalami kedodoran dalam implementasinya ?  Hewan naga di Cina simbol yang dianggap sebagai sosok yang bijaksana dan agung layaknya dewa. Inilah yang bisa jadi perumpamaan bahwa seorang jurnalis itu harus berkarakter naga Cina_budisusilo . Memang menarik bila berbicara soal media masa, atau dunia pers. Jaman globalisasi seperti sekarang ini, media masa itu sudah bagian dari kehidupan masyarakat terkini, berfungsi untuk menyebar informasi dan menggali berbagai kabar beragam dari seluruh penjuru dunia.  Bagi orang keba...

INDONESIA BELUM KIAMAT

Gambar
REFLEKSI AKHIR TAHUN 2012 Indonesia Belum Kiamat ! Oleh: Budi Susilo   Ribut-ribut bumi mau kiamat. Gara-gara muncul ramalan bangsa Maya, umat manusia di penjuru dunia sibuk ngobrol soal kiamat, termasuk warga di Indonesia. Saat itu bombastis, giringan isu kiamat mengemuka di semua lapisan masyarakat, yang katanya akan menghancur leburkan manusia, beserta kehidupan makhluk seluruh alam semesta.  Dinanti, dipikir, diamati, diwanti-wanti, sampai juga ditunggu-tunggu, ternyata kiamat besar yang dimaksud itu tak terjadi. Buktinya, langit dan kapas awan masih di atas kulit bumi, tetap melindungi planet biru ini.  Gunung dan perbukitan pun, masih setia menempel di daratan, tak berterbangan ke udara. Lautan yang terhampar luas pun masih enggan mengguyur tanah bak Tsunami besar. Ya, inilah kenangan tahun 2012, anggaplah isu kiamat sebagai intermezo dalam dinamika kehidupan.  Soal kiamat itu, hak preogratifnya ada di Tuhan Yang Maha Esa, sebagai ...