KOTA LAYAK ANAK
Kota Layak Anak
Oleh Budi Susilo
Anak itu pewaris masa depan bangsa. Kemajuan bangsa itu bergantung pada
pola perkembangan hidup anak. Anak sehat, cerdas dan bermoral baik, maka
akan melahirkan suatu peradaban bangsa yang bermartabat dan maju.
Ujung tombak pertumbuhan anak berada di orang tua kandungnya dan orang dewasa darinya serta lingkungan sosialnya. Bila ketiga hal ini tidak akomodatif terhadap pola karakter anak dalam porsi yang benar, maka tidak akan mungkin anak itu bertumbuh menjadi generasi yang mantap dan mapan.
Karena itu, negara pun turut perhatikan persoalan perkembangan anak, termasuk satu di antaranya dalam hal pemenuhan lingkungan bermain yang layak bagi anak.
Di beberapa daerah di Indonesia sudah ada kota-kota yang memberikan spesialisasi bagi kehidupan anak-anak. Ada Malang, Surakarta, Medan juga Kabupaten Gorontalo. Keempat tempat ini, telah ditetapkan sebagai Kota Layak Anak oleh Kementrian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia.
Ujung tombak pertumbuhan anak berada di orang tua kandungnya dan orang dewasa darinya serta lingkungan sosialnya. Bila ketiga hal ini tidak akomodatif terhadap pola karakter anak dalam porsi yang benar, maka tidak akan mungkin anak itu bertumbuh menjadi generasi yang mantap dan mapan.
Karena itu, negara pun turut perhatikan persoalan perkembangan anak, termasuk satu di antaranya dalam hal pemenuhan lingkungan bermain yang layak bagi anak.
![]() |
| Tiga anak duduk asik di pinggiran tebing yang berada di Jalan Trans Sulawesi, Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara (photo by budi susilo) |
Di beberapa daerah di Indonesia sudah ada kota-kota yang memberikan spesialisasi bagi kehidupan anak-anak. Ada Malang, Surakarta, Medan juga Kabupaten Gorontalo. Keempat tempat ini, telah ditetapkan sebagai Kota Layak Anak oleh Kementrian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia.
Sebagai contoh di Kabupaten Gorontalo, pemerintah daerahnya memberikan
fasilitas ruang taman bermain bagi anak-anak secara layak. Di pusat
keramaian Kabupaten Gorontalo disediakan lahan taman bermain anak,
lengkap dengan sarana bermain seperti layaknya di sekolah-sekolah play
group.
Usaha Pemda tersebut patut diapresiasi dan perlu dicontoh oleh daerah-daerah lain yang belum melaksanakannya. Kota layak anak seperti yang ada di Kabupaten Gorontalo perlu dilakukan agar ekspresi dan imajinasi dari anak-anak dapat tercurahkan. Sebab dunia anak-anak adalah dunia bermain.
Ambil contoh di Ibukota Jakarta, atau kota-kota padat lainnya, anak-anak sangat sulit mencari lahan bermain yang layak. Mau bermain Sepak Bola kebentur oleh kepadatan pemukiman penduduk. Atau juga mau bermain layang-layang terhalang oleh kemegahan gedung-gedung bertingkat pencakar langit.
Akibatnya, banyak anak-anak yang mencari jalan eksklusif dan memilih bermain di dalam rumah, sulit berinteraksi dengan orang banyak dan ia tidak akan mengenal dunia luar dalam membalut alam bebas. Kepekaan terhadap lingkungan sosialnya akan rendah, dampaknya akan terbentuk menjadi manusia yang individualis.
Sudah selayaknya, negara melalui pemerintah daerahnya harus memikirkan masa depan anak-anak. Bagi daerah di Indonesia yang belum mampu penuhi hak-hak anak, untuk segera berbenah dan mulai melakukan pembuktian sebagai Kota Layak Anak. Sedia lahan bermain, bersih terhindar dari hembusan asap-asap rokok juga asupan-asupan pendidikan yang bermutu, inilah pokok dasar Kota Layak Anak. ( )
Usaha Pemda tersebut patut diapresiasi dan perlu dicontoh oleh daerah-daerah lain yang belum melaksanakannya. Kota layak anak seperti yang ada di Kabupaten Gorontalo perlu dilakukan agar ekspresi dan imajinasi dari anak-anak dapat tercurahkan. Sebab dunia anak-anak adalah dunia bermain.
Ambil contoh di Ibukota Jakarta, atau kota-kota padat lainnya, anak-anak sangat sulit mencari lahan bermain yang layak. Mau bermain Sepak Bola kebentur oleh kepadatan pemukiman penduduk. Atau juga mau bermain layang-layang terhalang oleh kemegahan gedung-gedung bertingkat pencakar langit.
Akibatnya, banyak anak-anak yang mencari jalan eksklusif dan memilih bermain di dalam rumah, sulit berinteraksi dengan orang banyak dan ia tidak akan mengenal dunia luar dalam membalut alam bebas. Kepekaan terhadap lingkungan sosialnya akan rendah, dampaknya akan terbentuk menjadi manusia yang individualis.
Sudah selayaknya, negara melalui pemerintah daerahnya harus memikirkan masa depan anak-anak. Bagi daerah di Indonesia yang belum mampu penuhi hak-hak anak, untuk segera berbenah dan mulai melakukan pembuktian sebagai Kota Layak Anak. Sedia lahan bermain, bersih terhindar dari hembusan asap-asap rokok juga asupan-asupan pendidikan yang bermutu, inilah pokok dasar Kota Layak Anak. ( )

Komentar
Posting Komentar