Postingan

PERCINTAAN BITUNG dengan ALANG TORAJA

Gambar
Percintaan Bitung dengan Alang Toraja Oleh: Budi Susilo INDONESIA memiliki warisan budaya yang kaya. Indonesia pun dihuni oleh latarbelakang ragam suku dan ras yang mampu memberikan anugerah kekayaan cipta karya. Karena itulah harmonisasi pun jadi modal penting buat kemajuan peradaban bumi pertiwi ini. Bangsa lain pun bila melihatnya akan rasa takjub, cinta dan terkesima ingin memilikinya. Bayangkan 33 provinsi mendekap erat Indonesia, memancarkan sebuah akal budi yang terkejewantahkan dalam etnik budaya, bahasa dan rasa karsa beragam. Satu di antaranya adalah kebudayaan suku Toraja yang ada di kepulauan pegunungan bagian utara Sulawesi Selatan mampu menelurkan karya arsitektur seni bangunan yang memberi tambahan dinamisasi perkotaan Bitung. Hidup tumbuh harmonis dengan Kota Bitung Sulawesi Utara memancarkan makna filosofi Bhineka Tunggal Ika. Karya pesona yang dimaksud itu adalah lumbung padi yang orang Toraja menyebutnya dengan bahasa populer Alang. Bentuk yang menyerupai ruma...

KETEDUHAN URBAN PESISIR BITUNG SIRNA

Gambar
Keteduhan Urban Pesisir Bitung Sirna Oleh: Budi Susilo ATMOSFIR perkotaan pinggiran pantai Kota Bitung seolah padang pasir yang tandus. Di daerah titik-titik tertentu kesan yang ada kurang memberikan pencerahan perjalanan. Satu contoh di sepanjang jalan utama Wangurer sampai Madidir berdebu serta dipenuhi asap polusi kendaraan bermotor yang belalu-lalang. Saat melintas, Sabtu (9/7/2011), sekitar pukul 11.00 Wita jalan dilokasi Madidir diramaikan puluhan mobil, motor bahkan truk besar pengangkut barang. Geliat aktivitas warga mencolok seolah kota itu selalu berdinamisasi tanpa mati seperti komplek pemakaman pada umumnya. Terik matahari yang panas menambah suasana semakin gersang dilokasi tersebut. Tentu mereka yang merupakan pejalan kaki merasa terganggu dan tidak menyehatkan karena debu pasir berterbangan akibat dari beberapa proyek pengerukan tanah disekitar daerah Madidir itu. Mau nggak mau, harus tutup hidung kalau lewat. Jalan berdebu bisa ganggu kesehatan. Inilah pen...

BERTEGUH JALANI PANCASILA

Gambar
Berteguh Jalani Pancasila Oleh: Budi Susilo Catatan 4 Juni 1962, organisasi NII Kartosoewirjo tutup usia, harus tersadar dengan petuah agung Mpu Tantular "Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Darma Mangrwa," beraneka itu satu, tidak ada kewajiban yang mendua. Membumilah Pancasila, jangan menyesal kalau nanti diambil negara tetangga. Kain Batik, alat musik Kulintang, tarian Reog sampai makanan Tempe pun nasibnya sudah dipatenkan negara lain. Apa rela gagasan ruh kebangsaan Pancasila diakui negara diseberang sana. Tentu tidaklah. Penyempalan terhadap Pancasila telah ada dalam sejarah lama. Kartosoewirjo dan Teungku Muhammad Daud Beureueh melalui organisasi NII, satu di antara orang yang dikenal sebagai penghantam keutuhan Pancasila, meski ada versi mereka berdua berlatarbelakang ingin menciptakan masyarakat yang menyerupai tujuan yang dikandung dalam Pancasila. Saat ditelurkannya Pancasila di bumi pertiwi Nusantara itu diambil dari norma-norma dan cita-cita yang hidup da...

BOCAH SUMOMPO MENYULAP SAMPAH JADI UANG

Gambar
Bocah Sumompo Menyulap Sampa h jadi Uang Oleh: Budi Susilo RIWAYAT sebuah sampah. Habis manis sepah dibuang. Usai digunakan berubah usang tak bernilai, berkisah jadi limbah yang dihindari nan membenci. Dan akhirnya, cerita nasib sampah pun akan menggunung mencemari dan mengotori lingkungan alam bumi yang asri. Untungnya ada beberapa orang yang mau memperlakukan sampah sebagai sarana untuk meraih nasib keberuntungan. Menganggap sampah barang yang usai dibuang bisa jadi uang. Kendati menyengat baunya, timbunan sampah jadi lahan rezeki bagi Marcelino Tamansa lelaki berumur 10 tahun ini menghabiskan waktu luangnya dengan mengais sampah. Bercelanakan pendek beralas sandal jepit, Marcel setiap siang hari menyatu dengan lingkungan Pembuangan Akhir Sampah Kilo Lima Sumompo Kota Manado. "Cari-cari sampah plastik, kardus buat ditukar uang," ujarnya ketika ditemui, Rabu (1/6/2011). Sengatan terik matahari siang tak dihiraukan oleh bocah kelahiran Manado ini, kecuali saat hujan mengguyur...

BERANI MENOLAK ROKOK

Gambar
Berani Menolak Rokok Oleh: Budi Susilo Menyusuri keramaian kota di negara Indonesia seperti Manado provinsi Sulawesi Utara (Sulut) begitu mudahnya menemukan seorang perokok. Hembusan demi hembusan asap putih yang keluar dari si perokok tanpa kenal lelah, menganggapnya sebagai sebuah capaian kebahagiaan, menikmati dan menikmatinya tanpa henti. Jalan memasuki terminal sampai ketika menaiki kendaraan umum menemukan perokok. Mengunjungi pasar sampai taman kota perokok tanpa rasa berdosa terus menghisap si batang mungil. Dimana-mana virus penikmat nikotin tersebut merambah dilapisan warga masyarakat Kota Manado. Mirisnya Kota Manado pun dijamuri iklan-iklan mentereng terpajang di ranah umum. Iklan pun dibuat keratif, berkonsep visual digital mengundang perhatian publik. Anak dibawah umur pun bisa dibuatnya terkesima oleh iklan tersebut. Padahal membandingkan dengan kota modern nan maju seperti di negara Singapura, merokok di ranah publik itu merupakan perbuatan pidana ringan. Mengganggu ke...

PANTAI TASIK OKI RIWAYATMU TERKIKIS

Gambar
Pantai Tasik Oki Riwayatmu Terkikis Oleh: Budi Susilo GUMPALAN awan menghitam terpandang kedua bola mata. Pancaran surya temaram, pertanda cuaca sedang muram curahkan geri m is hujan. Angin sepoi berhembus, dingin merasuk ke kulit tubuh. Atmosfir ini mengental ketika pukul 15.00 Wita, saat memasuki di daerah pantai Tasik Oki, Desa Watudambo, Kecamatan Kauditan Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Minggu (17/4/2011). Gegernya, setiba di komplek pantai Tasik Oki, pantai tak lagi mampu wujudkan wajah aslinya. Keperawanannya telah sirna, ditelan oleh kerakusan dan kebengisan para manusia yang tidak bertanggung jawab, hanya mampu mengeruk dan memuaskan nafsu perut. Padahal sebelumnya, pantai itu memberi pancaran pesona takjub, menampilkan suguhan ratusan pohon kelapa, ombak pantai yang tenang serta hamparan pasir pantai hitam yang seakan mampu membuat puluhan orang senang datang dan untuk berenang di perairan pantai. Tak jauh dari lokasi bibir pantai Tasik Oki berdiri sebu...

BERBIJAKLAH dalam KETAHANAN PANGAN

Gambar
Berbijaklah dalam Ketahanan Pangan Oleh: Budi Susilo Sepandai-pandainya hewan Tupai melompat, akhirnya pun dapat jatuh jua. Pengibarata n ini seolah layak melekat di pulau Sulawesi bagian Utara. Bila tak hati-hati kelola kekayaan alam akan jadi mala petaka, pembawa kemiskinan yang memiskinkan. Daerah yang dikenal sebagai Bumi Nyiur Melambai, Sulawesi Utara (Sulut) mengandung banyak kekayaan alam pertanian. Potensinya mampu berikan kesejahteraan penduduknya. Tak heran dimasa perang dunia ke dua, jadi banyak incaran negara kolonial kapital yang ingin memiliki Sulut. Sekarang era telah merdeka, bukan lagi jaman jajahan secara fisik militerisme, menodong senjata, kedaulatan diri dapat terampas. Kini telah beralih ke generasi pewaris pribumi. Lanjutnya hanya tinggal meramu dan memanfaatkannya. Namun apa daya bila si pewaris tak lagi mampu kelola secara baik potensi kekayaan tersebut. Kepemilikan sikap berkesinambungan terhadap alam dilupakan, keserakahan dan perusakan kelestarian alam ja...