Postingan

BERTEGUH JALANI PANCASILA

Gambar
Berteguh Jalani Pancasila Oleh: Budi Susilo Catatan 4 Juni 1962, organisasi NII Kartosoewirjo tutup usia, harus tersadar dengan petuah agung Mpu Tantular "Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Darma Mangrwa," beraneka itu satu, tidak ada kewajiban yang mendua. Membumilah Pancasila, jangan menyesal kalau nanti diambil negara tetangga. Kain Batik, alat musik Kulintang, tarian Reog sampai makanan Tempe pun nasibnya sudah dipatenkan negara lain. Apa rela gagasan ruh kebangsaan Pancasila diakui negara diseberang sana. Tentu tidaklah. Penyempalan terhadap Pancasila telah ada dalam sejarah lama. Kartosoewirjo dan Teungku Muhammad Daud Beureueh melalui organisasi NII, satu di antara orang yang dikenal sebagai penghantam keutuhan Pancasila, meski ada versi mereka berdua berlatarbelakang ingin menciptakan masyarakat yang menyerupai tujuan yang dikandung dalam Pancasila. Saat ditelurkannya Pancasila di bumi pertiwi Nusantara itu diambil dari norma-norma dan cita-cita yang hidup da...

BOCAH SUMOMPO MENYULAP SAMPAH JADI UANG

Gambar
Bocah Sumompo Menyulap Sampa h jadi Uang Oleh: Budi Susilo RIWAYAT sebuah sampah. Habis manis sepah dibuang. Usai digunakan berubah usang tak bernilai, berkisah jadi limbah yang dihindari nan membenci. Dan akhirnya, cerita nasib sampah pun akan menggunung mencemari dan mengotori lingkungan alam bumi yang asri. Untungnya ada beberapa orang yang mau memperlakukan sampah sebagai sarana untuk meraih nasib keberuntungan. Menganggap sampah barang yang usai dibuang bisa jadi uang. Kendati menyengat baunya, timbunan sampah jadi lahan rezeki bagi Marcelino Tamansa lelaki berumur 10 tahun ini menghabiskan waktu luangnya dengan mengais sampah. Bercelanakan pendek beralas sandal jepit, Marcel setiap siang hari menyatu dengan lingkungan Pembuangan Akhir Sampah Kilo Lima Sumompo Kota Manado. "Cari-cari sampah plastik, kardus buat ditukar uang," ujarnya ketika ditemui, Rabu (1/6/2011). Sengatan terik matahari siang tak dihiraukan oleh bocah kelahiran Manado ini, kecuali saat hujan mengguyur...

BERANI MENOLAK ROKOK

Gambar
Berani Menolak Rokok Oleh: Budi Susilo Menyusuri keramaian kota di negara Indonesia seperti Manado provinsi Sulawesi Utara (Sulut) begitu mudahnya menemukan seorang perokok. Hembusan demi hembusan asap putih yang keluar dari si perokok tanpa kenal lelah, menganggapnya sebagai sebuah capaian kebahagiaan, menikmati dan menikmatinya tanpa henti. Jalan memasuki terminal sampai ketika menaiki kendaraan umum menemukan perokok. Mengunjungi pasar sampai taman kota perokok tanpa rasa berdosa terus menghisap si batang mungil. Dimana-mana virus penikmat nikotin tersebut merambah dilapisan warga masyarakat Kota Manado. Mirisnya Kota Manado pun dijamuri iklan-iklan mentereng terpajang di ranah umum. Iklan pun dibuat keratif, berkonsep visual digital mengundang perhatian publik. Anak dibawah umur pun bisa dibuatnya terkesima oleh iklan tersebut. Padahal membandingkan dengan kota modern nan maju seperti di negara Singapura, merokok di ranah publik itu merupakan perbuatan pidana ringan. Mengganggu ke...

PANTAI TASIK OKI RIWAYATMU TERKIKIS

Gambar
Pantai Tasik Oki Riwayatmu Terkikis Oleh: Budi Susilo GUMPALAN awan menghitam terpandang kedua bola mata. Pancaran surya temaram, pertanda cuaca sedang muram curahkan geri m is hujan. Angin sepoi berhembus, dingin merasuk ke kulit tubuh. Atmosfir ini mengental ketika pukul 15.00 Wita, saat memasuki di daerah pantai Tasik Oki, Desa Watudambo, Kecamatan Kauditan Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Minggu (17/4/2011). Gegernya, setiba di komplek pantai Tasik Oki, pantai tak lagi mampu wujudkan wajah aslinya. Keperawanannya telah sirna, ditelan oleh kerakusan dan kebengisan para manusia yang tidak bertanggung jawab, hanya mampu mengeruk dan memuaskan nafsu perut. Padahal sebelumnya, pantai itu memberi pancaran pesona takjub, menampilkan suguhan ratusan pohon kelapa, ombak pantai yang tenang serta hamparan pasir pantai hitam yang seakan mampu membuat puluhan orang senang datang dan untuk berenang di perairan pantai. Tak jauh dari lokasi bibir pantai Tasik Oki berdiri sebu...

BERBIJAKLAH dalam KETAHANAN PANGAN

Gambar
Berbijaklah dalam Ketahanan Pangan Oleh: Budi Susilo Sepandai-pandainya hewan Tupai melompat, akhirnya pun dapat jatuh jua. Pengibarata n ini seolah layak melekat di pulau Sulawesi bagian Utara. Bila tak hati-hati kelola kekayaan alam akan jadi mala petaka, pembawa kemiskinan yang memiskinkan. Daerah yang dikenal sebagai Bumi Nyiur Melambai, Sulawesi Utara (Sulut) mengandung banyak kekayaan alam pertanian. Potensinya mampu berikan kesejahteraan penduduknya. Tak heran dimasa perang dunia ke dua, jadi banyak incaran negara kolonial kapital yang ingin memiliki Sulut. Sekarang era telah merdeka, bukan lagi jaman jajahan secara fisik militerisme, menodong senjata, kedaulatan diri dapat terampas. Kini telah beralih ke generasi pewaris pribumi. Lanjutnya hanya tinggal meramu dan memanfaatkannya. Namun apa daya bila si pewaris tak lagi mampu kelola secara baik potensi kekayaan tersebut. Kepemilikan sikap berkesinambungan terhadap alam dilupakan, keserakahan dan perusakan kelestarian alam ja...

RINDANGAN BAKAU BONOR SAJIKAN KESEJAHTERAAN

Gambar
Rindangan Bakau Bonor Sajikan Kesejahteraan Oleh: Budi Susilo TEDUH merindang hijau rimbun menyegarkan. Sengatan panasnya ultra violet siang itu, Sabtu (30/4/2011), tak sekejam seperti layaknya di pusat keramaian kota manado yang telah banyak dikelilingi megahnya gedung bertingkat, menjulang tinggi hampir mencakar atap langit. Atmosfir keteduhan alam tersebut sangat mengental di sebuah kawasan hutan Bakau Bonor desa Tiwoho Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara provinsi Sulawesi Utara. Kecamatan Wori berada di sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Likupang, sebelah timur dengan Kecamatan Dimembe, sebelah selatan dengan Kota manado, dan sebelah barat dengan Laut Sulawesi. Keterlibatan dan peran warga setempat sangatlah mendukung, demi satu tujuan terciptanya keberadaan hutan mangrove Bonor desa Tiwoho. Adanya kesadaran dan pengetahuan lebih mengenai tanaman bakau, kehidupan warga desa Tiwoho merasa bergantung pada kelestarian alam bakau. Menginjak tanah hutan bakau Bo...

PERJUANGAN HIDUP PEREMPUAN SAMPAH SUMOMPOW

Gambar
Perjuangan Hidup Perempuan Sampah Sumompow Oleh: Budi Susilo AWAN putih mulai redup menghitam di Wori, Kecamatan Tuminting, Kelurahan Sumompow, Kota Manado, Sulawesi Utara, Kamis (21/4/2011). Gejala ini bukan maksud pertanda akan turun guyuran air hujan yang dapat membasahi permukaan tanah. Atmosfir tersebut simbol jelang detik-detik mentari mulai menenggelamkan ke perut bumi. Maklumlah jarum jam ketika itu telah mengarah di angka pukul 17.30 Wita. Tentu malam akan tiba berganti gelap, memberikan peluang rembulan menampakkan sinarnya. Kebetulan hari itu bertepatan hari perayaan kelahiran pejuang emansipasi wanita Indonesia RA Kartini sebagai produk perempuan nusantara yang lahir di Mayong 21 April 1879, turunan bangsawan putri dari Bupati Jepara Raden Mas Adipati Aria Sosroningrat yang memperjuangkan eksistensi kaumnya, berjuang untuk arti sebuah kehidupan seorang perempuan. Hampir serupa Kartini yang berjuang untuk kehidupan, sore jelang malam saat itu, ada sosok perempu...