Postingan

PANTAI TASIK OKI RIWAYATMU TERKIKIS

Gambar
Pantai Tasik Oki Riwayatmu Terkikis Oleh: Budi Susilo GUMPALAN awan menghitam terpandang kedua bola mata. Pancaran surya temaram, pertanda cuaca sedang muram curahkan geri m is hujan. Angin sepoi berhembus, dingin merasuk ke kulit tubuh. Atmosfir ini mengental ketika pukul 15.00 Wita, saat memasuki di daerah pantai Tasik Oki, Desa Watudambo, Kecamatan Kauditan Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Minggu (17/4/2011). Gegernya, setiba di komplek pantai Tasik Oki, pantai tak lagi mampu wujudkan wajah aslinya. Keperawanannya telah sirna, ditelan oleh kerakusan dan kebengisan para manusia yang tidak bertanggung jawab, hanya mampu mengeruk dan memuaskan nafsu perut. Padahal sebelumnya, pantai itu memberi pancaran pesona takjub, menampilkan suguhan ratusan pohon kelapa, ombak pantai yang tenang serta hamparan pasir pantai hitam yang seakan mampu membuat puluhan orang senang datang dan untuk berenang di perairan pantai. Tak jauh dari lokasi bibir pantai Tasik Oki berdiri sebu...

BERBIJAKLAH dalam KETAHANAN PANGAN

Gambar
Berbijaklah dalam Ketahanan Pangan Oleh: Budi Susilo Sepandai-pandainya hewan Tupai melompat, akhirnya pun dapat jatuh jua. Pengibarata n ini seolah layak melekat di pulau Sulawesi bagian Utara. Bila tak hati-hati kelola kekayaan alam akan jadi mala petaka, pembawa kemiskinan yang memiskinkan. Daerah yang dikenal sebagai Bumi Nyiur Melambai, Sulawesi Utara (Sulut) mengandung banyak kekayaan alam pertanian. Potensinya mampu berikan kesejahteraan penduduknya. Tak heran dimasa perang dunia ke dua, jadi banyak incaran negara kolonial kapital yang ingin memiliki Sulut. Sekarang era telah merdeka, bukan lagi jaman jajahan secara fisik militerisme, menodong senjata, kedaulatan diri dapat terampas. Kini telah beralih ke generasi pewaris pribumi. Lanjutnya hanya tinggal meramu dan memanfaatkannya. Namun apa daya bila si pewaris tak lagi mampu kelola secara baik potensi kekayaan tersebut. Kepemilikan sikap berkesinambungan terhadap alam dilupakan, keserakahan dan perusakan kelestarian alam ja...

RINDANGAN BAKAU BONOR SAJIKAN KESEJAHTERAAN

Gambar
Rindangan Bakau Bonor Sajikan Kesejahteraan Oleh: Budi Susilo TEDUH merindang hijau rimbun menyegarkan. Sengatan panasnya ultra violet siang itu, Sabtu (30/4/2011), tak sekejam seperti layaknya di pusat keramaian kota manado yang telah banyak dikelilingi megahnya gedung bertingkat, menjulang tinggi hampir mencakar atap langit. Atmosfir keteduhan alam tersebut sangat mengental di sebuah kawasan hutan Bakau Bonor desa Tiwoho Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara provinsi Sulawesi Utara. Kecamatan Wori berada di sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Likupang, sebelah timur dengan Kecamatan Dimembe, sebelah selatan dengan Kota manado, dan sebelah barat dengan Laut Sulawesi. Keterlibatan dan peran warga setempat sangatlah mendukung, demi satu tujuan terciptanya keberadaan hutan mangrove Bonor desa Tiwoho. Adanya kesadaran dan pengetahuan lebih mengenai tanaman bakau, kehidupan warga desa Tiwoho merasa bergantung pada kelestarian alam bakau. Menginjak tanah hutan bakau Bo...

PERJUANGAN HIDUP PEREMPUAN SAMPAH SUMOMPOW

Gambar
Perjuangan Hidup Perempuan Sampah Sumompow Oleh: Budi Susilo AWAN putih mulai redup menghitam di Wori, Kecamatan Tuminting, Kelurahan Sumompow, Kota Manado, Sulawesi Utara, Kamis (21/4/2011). Gejala ini bukan maksud pertanda akan turun guyuran air hujan yang dapat membasahi permukaan tanah. Atmosfir tersebut simbol jelang detik-detik mentari mulai menenggelamkan ke perut bumi. Maklumlah jarum jam ketika itu telah mengarah di angka pukul 17.30 Wita. Tentu malam akan tiba berganti gelap, memberikan peluang rembulan menampakkan sinarnya. Kebetulan hari itu bertepatan hari perayaan kelahiran pejuang emansipasi wanita Indonesia RA Kartini sebagai produk perempuan nusantara yang lahir di Mayong 21 April 1879, turunan bangsawan putri dari Bupati Jepara Raden Mas Adipati Aria Sosroningrat yang memperjuangkan eksistensi kaumnya, berjuang untuk arti sebuah kehidupan seorang perempuan. Hampir serupa Kartini yang berjuang untuk kehidupan, sore jelang malam saat itu, ada sosok perempu...

MERAS MENDEKAP ERAT KERIMBUNAN BAKAU

Gambar
Meras Mendekap Erat Kerimbunan Bakau Oleh: Budi Susilo SIANG itu, kicau jangkrik bersahut-sahutan di kawasan hutan bakau Meras, Kecamatan Bunaken Kota Manado Sulawesi Utara. Suara serangga itu seakan menghasilkan lantunan melodi alam. Ketika itu pun, embusan angin sepoi-sepoi bertiup melambaikan dedaunan rindang pohon bakau, dibuatnya bergerak kesana kemari, tak ubahnya seniman penari, Sabtu (23/4/2011). Keragaman itulah yang memberi khas eksotis panorama suguhan alam hutan bakau Meras. Menuju Meras Kecamatan Bunaken melalui jalur darat mudah, dapat terlampui dengan kendaraan bermotor. Didukung infrastruktur jalan yang baik, mencapai lokasi dari Tuminting ke Meras hanya butuh waktu tempuh sekitar 20 menit. Posisi Meras yang berada di Kecamatan Bunaken, memiliki iklim tropis dengan suhu rata-rata 24 sampai 27 derajat celcius yang dalam pemetaan berada di ujung utara Kota Manado. Di dekade tahun 1990-an, hutan bakau meras menyedihkan. Conina Harinisa (40), Koordinator Tan...

INDAHNYA PANTAI RCTI TINGGALAH NAMA

Gambar
Indahnya Pantai RCTI Tinggalah Nama Oleh: Budi Susilo PERJALANAN ke Tanjung Merah, Bitung, dari Kota Manado melalui jalur darat selama kurang lebih dua jam akan temukan pantai bernama Pantai RCTI. Orang setempat telah menyebutnya seperti itu, telah menjadi istilah populer ditelinga warga masyarakat Tanjung Merah, provinsi Sulawesi Utara. Pantai RCTI ini suguhkan panorama matahari terbit pagi hari dan hamparan pasir hitam. Beragam pepohonan seperti kelapa, seolah memberi kisah indah tak terlupakan. Desir tiupan angin pantai seakan memberi kenikmatan dari surga. Arus air pantainya yang tenang, seolah nyaman memberi aura beda dengan pantai lainnya. Namun belakangan ini, keistimewaan tersebut rasanya hampa, kebahagiaan hilang sirna saat singgahi pantai RCTI. Sebab kenapa, di pasir pantai tercecer beragam puntung rokok dari berbagai macam merek. Sepertinya bagi perokok, pantai itu adalah asbak yang disediakan alam. Mike Tumangken (45), Kepala Pengelola Pantai RCTI, menuturkan, ...

SERPIHAN RIWAYAT ALAM MINAHASA

Gambar
Serpihan Riwayat Alam Minahasa Oleh: Budi Susilo Sejak dimulai babak kehidupan, keberadaan manusia hidup dimuka bumi ada keterkaitan dengan alam raya. Manusia sepanjang hidupnya selalu berhubungan akrab dengan rimba alam sebagai habitat, untuk fondasi keberlanjutan kehidupan. Cerminan tersebutlah yang mengental di warga masyarakat pedesaan Papakelan Kecamatan Tondano Timur, Minahasa Induk. Bertempat tinggal, menyatu bersama alam, bagian pengalaman yang tak pernah lekang oleh jaman, secara turun-temurun, generasi ke generasi, penduduk desa Papakelan berkomitmen menjaga kelestarian alamnya. Jhoni Kawengian, Ketua Sarekat Hutan Toulawa menuturkan, sejarahnya, ketika di tahun 1930, kondisi kehutanan masyarakat desa Papakelan terjaga baik, kehidupan harmonis dengan alamnya tetap dipertahankan, menjaga tanpa serakah merusak. "Kami akan terus terapkan pelajaran nenek kakek kami atas perlakuan terhadap alam," ujarnya, Sabtu (9/4/2011). Melalui lintasa n darat dari Kota Manado menuju ...